Dinsos TTU Salurkan Bantuan bagi 20 Anak Yatim Piatu di Mutis

KEFAMENANU, NEWS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan perbekalan, pendidikan, dan kesehatan kepada 20 anak yatim piatu di Kecamatan Mutis.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU Yanuarius Makun Tnobi, S.S.,M.Si mengatakan, 20 anak penerima bantuan tersebut berasal dari empat desa di Kecamatan Mutis, dengan masing-masing desa mengusulkan lima anak.

“Untuk mendapatkan mereka, kita meminta kepala desa bekerja sama dengan kepala sekolah yang ada di sana untuk mendata anak-anak yang betul-betul sangat membutuhkan,” ujar Yanuarius di Kefamenanu, Kamis (27/8/2026).

Ia menjelaskan, pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Sosial.

Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang telah kehilangan orang tua dan mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

“Kegiatan ini kita sesuaikan dengan anggaran. Memang tidak setiap hari, tetapi ini menunjukkan bahwa pemerintah memberikan bantuan stimulan bagi mereka,” katanya.

Yanuarius mengatakan bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan sekolah, seperti tas, buku, alat tulis, dan sepatu sekolah. Selain itu, penerima juga mendapatkan perlengkapan kebutuhan sehari-hari berupa sabun mandi, sabun cuci, sampo, serta minyak gosok.

Dinas Sosial juga memberikan makanan tambahan berupa makanan siap saji beserta lauk-pauk untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan anak-anak penerima bantuan.

Ia mengatakan Kecamatan Mutis dipilih karena pemerintah melihat masih banyak anak yatim piatu di luar wilayah perkotaan yang belum tersentuh bantuan sosial.

“Kemarin saat kita berada bersama mereka, kita dapati bahwa memang mereka selama ini belum mendapatkan bantuan apa pun. Tujuan kita memberikan bantuan ini karena mereka benar-benar belum mendapatkan perhatian dari pihak manapun dan benar-benar terlantar,” jelasnya.

Yanuarius menuturkan, berdasarkan pengakuan para penerima bantuan, mereka menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah. Meskipun bantuan tersebut belum dapat diberikan secara rutin, bantuan itu dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, pihaknya juga menemukan kondisi sejumlah anak yang bersekolah hanya menggunakan sandal karena tidak memiliki sepatu.

“Kita sempat tanya kenapa tidak pakai sepatu? Mereka dengan polos mengaku bahwa tidak mempunyai sepatu sehingga kemarin kita langsung memberikan sepatu sekolah kepada mereka,” tuturnya.

Yanuarius menambahkan, sebagian besar dari 20 anak yatim piatu tersebut kini tinggal bersama kakek dan nenek. Sebagian lainnya tinggal bersama keluarga dari pihak ayah maupun ibu.

“Memang mereka masih ada keluarga lain, tetapi orang tua kandung mereka sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Nurmiati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *