Pemdes Bitefa Dorong Pemuda Kembangkan Hortikultura untuk Tekan Migrasi Keluar

KEFAMENANU, NEWS – Pemerintah Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mendorong kaum muda mengembangkan usaha hortikultura sebagai upaya mengurangi migrasi keluar desa untuk mencari pekerjaan di daerah lain.

Kepala Desa Bitefa, Wilhelmus Naihati mengatakan kecenderungan pemuda meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan mulai berkurang. Salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut adalah meningkatnya inisiatif kaum muda mengolah lahan pertanian dan menanam berbagai komoditas hortikultura.

“Di Desa Bitefa, jumlah pemuda yang bermigrasi keluar untuk mencari pekerjaan di daerah lain semakin berkurang,” kata Wilson, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah pemuda mulai membuka lahan di sekitar aliran sungai yang dekat dengan sumber air untuk menanam berbagai komoditas, seperti cabai dan tomat. Inisiatif tersebut muncul dari kesadaran mereka sendiri, termasuk setelah memperoleh informasi dan belajar melalui media sosial.

“Saya mengapresiasi beberapa kelompok anak muda yang tanpa disuruh mulai membuka lahan dan menanam cabai serta tomat di pinggir sungai yang dekat dengan sumber air. Ini merupakan langkah luar biasa yang perlu diapresiasi,” ujarnya.

Menurut Wilson, inisiatif tersebut perlu terus didorong agar semakin banyak pemuda tertarik mengembangkan usaha pertanian yang dapat menghasilkan pendapatan bagi mereka dan keluarga.

Pemerintah Desa Bitefa juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah yayasan dan lembaga terkait untuk mendukung pengembangan hortikultura di kalangan pemuda, termasuk melalui bantuan benih dan bibit tanaman.

“Kami berkomitmen membentuk beberapa kelompok pemuda untuk mengembangkan tanaman hortikultura dengan dukungan benih yang akan dibagikan oleh yayasan. Rencana ini kami sambut baik dan pemerintah desa siap mendukung,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah yayasan telah berkunjung ke Desa Bitefa. Dinas Pertanian juga telah menjalin komunikasi terkait peluang fasilitasi bagi kelompok pemuda yang ingin mengembangkan usaha pertanian melalui kerja sama dengan berbagai lembaga.

Wilson berharap kolaborasi tersebut dapat membuka peluang ekonomi bagi generasi muda sehingga mereka mampu mengembangkan potensi desa dan tidak harus pergi jauh untuk mencari pekerjaan.

“Kita memiliki banyak lahan yang bisa diolah. Tinggal bagaimana kita mampu menangkap peluang tersebut. Kami mendukung lembaga atau yayasan dari luar yang ingin mendorong anak-anak muda agar bisa hidup dan mengembangkan usaha di tanah sendiri daripada harus bermigrasi jauh,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui keterbatasan air masih menjadi tantangan dalam pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Karena itu, dukungan pemerintah dalam penyediaan air serta keterlibatan pihak swasta dan lembaga lainnya dinilai penting untuk menunjang keberlanjutan usaha hortikultura.

Wilson mengatakan upaya tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap risiko yang dihadapi pekerja migran di luar daerah maupun luar negeri.

“Kita perlu mewaspadai risiko yang bisa terjadi. Karena itu, kami berupaya mengembangkan lahan yang tersedia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapan kami, ada dukungan pemerintah dalam penyediaan air serta pihak ketiga atau swasta yang bersedia terlibat,” katanya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *