KEFAMENANU NEWS – Rencana pembangunan dan pengembangan perdagangan pasar bebas di kawasan perbatasan mendapat perhatian dari masyarakat Desa Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Masyarakat
berharap agar aspek keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama sebelum aktivitas perdagangan bebas tersebut dibuka.
Harapan tersebut disampaikan Alfret Monemnasi, selaku tokoh adat Desa Ponu, dalam menanggapi rencana pengembangan kawasan perdagangan bebas di wilayah perbatasan.
Menurut Alfret, kehadiran pasar bebas di kawasan perbatasan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,
membuka peluang usaha, serta meningkatkan aktivitas perdagangan. Namun, rencana tersebut perlu didukung dengan situasi keamanan yang kondusif agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Ia meminta Pemerintah Daerah Kabupaten TTU, khususnya Bupati, untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak keamanan, termasuk Koramil dan unsur keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), bersama masyarakat setempat guna menjaga situasi tetap tertib.
“Sebelum perdagangan bebas dibuka, keamanan dan ketertiban di kawasan perbatasan perlu dibenahi terlebih dahulu agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” demikian harapan yang disampaikan Alfret.
Ia juga menyoroti kondisi keamanan di kawasan Pantura yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, masyarakat disebut telah mengalami sejumlah kehilangan barang berharga.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sehingga diperlukan langkah nyata dari pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan serta menjaga ketertiban lingkungan.
Alfret berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan di titik-titik yang dianggap rawan, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
Menurutnya, penataan keamanan bukan bertujuan menghambat rencana pengembangan perdagangan bebas, melainkan menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa kegiatan ekonomi nantinya dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan warga.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Ponu pada prinsipnya mengharapkan agar rencana pengembangan perdagangan di kawasan perbatasan dapat membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun, manfaat tersebut perlu ditunjang dengan jaminan keamanan
, ketertiban, dan kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya langkah penertiban dan pengamanan sebelum perdagangan bebas beroperasi, masyarakat berharap kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi yang aman, tertib, dan memberikan peluang kesejahteraan bagi warga setempat
Penulis: Manto Manu/ Diskominfotik/Kab TTU
Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik/Kab TTU
