KEFAMENANU NEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A, melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Senin (23/2/2026).
Pertemuan tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten TTU untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, khususnya dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah berkewajiban mengintegrasikan perencanaan pembangunan dengan program prioritas nasional.
Salah satu fokus pembahasan dalam audiensi ini adalah Asta Cita poin ke-2, yakni memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, dan pengembangan infrastruktur.
Kabupaten TTU yang merupakan salah satu titik perbatasan RI-RDTL memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur pendukung, jaringan irigasi, ketersediaan air baku, serta dampak perubahan iklim.
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kabupaten TTU menyampaikan sejumlah agenda strategis, di antaranya penguatan program swasembada jagung dan komoditas pangan lokal, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan kering, serta peningkatan sarana dan prasarana pertanian.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong dukungan kebijakan, pendampingan teknis, dan intervensi program lintas kementerian guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten TTU.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan perencanaan pembangunan di TTU semakin terarah, terintegrasi, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan masyarakat.Pemerintah Kabupaten TTU menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi strategis demi mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat posisi TTU sebagai daerah penyangga pangan di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
