Pemkab TTU Harap DMI Jadi Penggerak Memakmurkan Masjid dan Memperkuat Kerukunan

KEFAMENANU NEWS,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berharap Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten TTU yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak dalam memakmurkan masjid sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo saat menghadiri pelantikan pengurus DMI Kabupaten TTU yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama umat Muslim se-Kabupaten TTU di Masjid Agung Nurul Falah Kefamenanu, Sabtu (14/3/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WITA itu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars DMI sebelum prosesi pelantikan pengurus dilaksanakan.

Atas nama pribadi, Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Timor Tengah Utara yang baru saja dilantik. Amanah ini adalah amanah mulia yang bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Bupati yang akrab disapa Falent.

Menurut Bupati Falent, masjid memiliki peran yang sangat penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban umat yang melahirkan nilai-nilai kebaikan dan membentuk generasi yang berakhlak.

Masjid bukan sekadar bangunan tempat orang datang untuk beribadah, tetapi juga pusat peradaban umat. Dari masjid lahir nilai-nilai kebaikan, lahir generasi yang berakhlak serta semangat persaudaraan yang menjaga masyarakat tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pengurus DMI Kabupaten TTU dapat menjadi penggerak dalam memakmurkan masjid sekaligus membangun kehidupan umat yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

“Saya berharap Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Timor Tengah Utara dapat menjadi penggerak dalam memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan umat,” tegasnya.

Bupati Falent juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat di Kabupaten TTU.

“Kabupaten Timor Tengah Utara adalah rumah bersama bagi kita semua yang hidup dalam keberagaman. Perbedaan tidak harus melahirkan jarak, tetapi justru dapat melahirkan persaudaraan,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan karena kedamaian merupakan syarat utama bagi kemajuan daerah.

Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga semangat toleransi dan persaudaraan ini, karena kerukunan adalah fondasi kedamaian dan kedamaian merupakan syarat utama bagi kemajuan sebuah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten TTU terlantik, Haji Fahmi H. Abdullahi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi tersebut.

Menurutnya, amanah yang diberikan kepada para pengurus merupakan tanggung jawab moral dan spiritual untuk menghadirkan masjid sebagai pusat kemaslahatan umat.

Kepercayaan ini bukan hanya jabatan organisasi, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual untuk menghadirkan masjid sebagai pusat kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia menegaskan, ke depan DMI TTU akan mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda, pendidikan dan dakwah, kegiatan sosial kemanusiaan hingga pengembangan ekonomi umat berbasis masjid.

Selain itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti wirausaha umat, koperasi masjid serta kegiatan sosial lainnya juga akan terus didorong agar masjid memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin masjid bukan hanya makmur dengan ibadah, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Fahmi juga menegaskan komitmen DMI TTU untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten TTU dalam mendukung program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kami percaya ketika pemerintah, tokoh agama dan masyarakat berjalan bersama, maka Kabupaten Timor Tengah Utara dapat terus berkembang menjadi daerah yang rukun, damai, maju dan sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Bupati Falent mengatakan ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Puasa selama bulan Ramadhan mendidik kita menjadi manusia yang kuat secara spiritual dan lebih peka secara sosial. Iman yang kuat harus melahirkan kepedulian yang nyata terhadap sesama,” katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten TTU akan terus membuka ruang kerja sama dengan seluruh tokoh agama dan organisasi keagamaan, termasuk DMI, guna menjaga kerukunan serta memperkuat pembangunan daerah.

Di tanah Timor Tengah Utara ini kita mungkin berbeda agama, tradisi dan latar belakang, tetapi kita dipersatukan oleh satu hal yang jauh lebih besar dari perbedaan itu, yakni persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *