KEFAMENANU, NEWS – Puskesmas Bitefa di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, meluncurkan inovasi layanan kesehatan bertajuk Beta Simpati Bantu Konjak guna meningkatkan akses pelayanan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Program tersebut merupakan layanan jemput antar pasien secara gratis bagi warga di Desa Bitefa, Kaenbaun, Tun-Tun, Bokon, dan Jak, khususnya bagi mereka yang mengalami kendala transportasi saat membutuhkan layanan kesehatan.
Kepala Puskesmas Bitefa, Lonny Ulan, menjelaskan bahwa inovasi ini dilatarbelakangi oleh upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, sejalan dengan Moto Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT sejak 2009.

Program tersebut menekankan bahwa setiap persalinan harus ditangani tenaga kesehatan yang kompeten dengan fasilitas memadai.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi ibu dan bayi yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena kendala transportasi. Prinsipnya, semua persalinan harus selamat,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten TTU periode 2025–2030, yakni mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Kondisi geografis wilayah serta keterbatasan sarana transportasi menjadi faktor utama yang mendorong lahirnya inovasi tersebut.
Menurut Lonny, persoalan transportasi dan keterbatasan ekonomi selama ini menjadi hambatan utama masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Akibatnya, tidak sedikit pasien yang terlambat mendapatkan penanganan medis.
“Melalui Beta Simpati Bantu Konjak, kami berupaya mempermudah akses layanan kesehatan, mengurangi keterlambatan penanganan pasien, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan,” jelasnya.
Program ini telah memberikan sejumlah dampak positif, di antaranya meningkatnya kunjungan pasien rawat jalan, bertambahnya jumlah pasien kronis dan lansia berisiko tinggi yang dijemput ke puskesmas, serta meningkatnya jumlah ibu bersalin yang mendapatkan layanan kesehatan.
Tidak hanya itu, Puskesmas Bitefa juga mencatat tidak adanya kasus kematian ibu dan bayi sejak program ini dijalankan, serta meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Keunggulan program ini terletak pada sistem kerja tim yang cepat, mudah, dan tanpa biaya tambahan. Layanan ini juga dapat diakses kapan saja oleh seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bitefa.
Pihak puskesmas mengimbau masyarakat yang mengalami kendala transportasi saat sakit untuk segera menghubungi petugas kesehatan.
“Jika ada masyarakat yang sakit di rumah dan kesulitan transportasi, silakan hubungi kami atau laporkan kepada kader Posyandu maupun aparat desa. Kami siap menjemput dan mengantar kembali setelah mendapatkan pelayanan,” pungkas Lonny.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
