Bupati TTU Minta PERHIPTANI Jadi Motor Penggerak OVOP di Desa

KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, meminta Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Himpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kabupaten TTU periode 2026–2031 menjadi motor penggerak pelaksanaan program One Village One Product (OVOP) di tingkat desa.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri pelantikan pengurus DPD PERHIPTANI Kabupaten TTU periode 2026–2031 di Aula Serbaguna Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten TTU.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat TTU. Namun, sektor tersebut juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak perubahan iklim, keterbatasan sarana dan prasarana, penerapan teknologi pertanian, hingga tuntutan peningkatan produktivitas untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Karena itu, kata Bupati, peran penyuluh pertanian yang tergabung dalam PERHIPTANI sangat strategis sebagai pendamping sekaligus agen perubahan bagi petani.

“Penyuluh bukan sekadar pendamping petani, tetapi juga agen perubahan yang mentransfer ilmu pengetahuan, menjadi motivator, fasilitator, dan edukator untuk mendorong perubahan pola pikir petani dari tradisional menuju pertanian modern agar produktivitas, kualitas hasil, dan kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten TTU berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan dukungan dan dedikasi seluruh penyuluh pertanian agar cita-cita membangun pertanian yang maju, mandiri, produktif, dan berdaya saing dapat tercapai.

Ia juga meminta pengurus PERHIPTANI yang baru segera melakukan konsolidasi internal serta memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten TTU, khususnya Dinas Pertanian, para camat, kepala desa, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan kelompok tani.

Bupati menekankan agar seluruh program PERHIPTANI diselaraskan dengan visi pembangunan pertanian daerah. Secara khusus, ia meminta organisasi tersebut menjadi penggerak implementasi program One Village One Product (OVOP) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTT.

“Identifikasi dan kembangkan potensi komoditas unggulan di setiap desa. Jadikan setiap wilayah memiliki produk pertanian khas yang bernilai ekonomi tinggi sehingga penyuluh tidak hanya mendampingi proses produksi, tetapi juga mengantarkan desa-desa di TTU menuju kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan petani, memberikan solusi atas berbagai persoalan di lapangan, serta mendorong penerapan inovasi pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Ia berharap PERHIPTANI mampu menjadi organisasi profesi yang memperkuat kompetensi anggotanya, meningkatkan profesionalisme penyuluh, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Penulis : Lius Salu/Kominfotik TTU

Editor : Frumentus Bana/Kominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *