KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo memimpin upacara pelepasan dan pemakaman secara kedinasan bagi mantan Bupati TTU periode 1985–1990, Drs. Stefanus Paulus Paus Parera, di Kefamenanu, Jumat (17/7/2026).
Upacara penghormatan terakhir tersebut dihadiri keluarga almarhum, para pelayat, tokoh agama, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, ASN, serta sejumlah mantan Bupati TTU, di antaranya Antonius Amaunut dan Gabriel Manek.Prosesi kedinasan itu merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten TTU atas jasa dan pengabdian almarhum selama memimpin daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan bahwa kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Timor Tengah Utara.
“Hari ini kita berdiri dalam suasana duka yang mendalam. Kabupaten Timor Tengah Utara kehilangan salah satu putra terbaiknya, seorang pemimpin dan pengabdi masyarakat yang telah mempersembahkan tenaga, pikiran, dan dedikasinya bagi kemajuan daerah,” kata Bupati.
Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kabupaten TTU, dan seluruh masyarakat, Bupati menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar almarhum serta berharap Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Bupati mengatakan, meski secara pribadi belum pernah bertemu langsung dengan almarhum, dirinya merasakan warisan kepemimpinan yang ditinggalkan melalui tata kelola pemerintahan dan fondasi birokrasi yang dibangun semasa menjabat.
Menurutnya, sebelum dipercaya menjadi Bupati TTU ke-6 pada periode 1985–1990, Stefanus Paus Parera telah meniti karier birokrasi yang panjang, termasuk menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Kabupaten TTU pada 1972–1980 dan Sekwilda Kabupaten Kupang pada 1980–1985.
Pengalaman tersebut membentuk almarhum sebagai pemimpin yang disiplin, tegas, serta menjunjung tinggi ketertiban administrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Seorang pemimpin sejati tidak diukur dari lamanya memegang jabatan, tetapi dari jejak pengabdian yang ditinggalkannya. Almarhum telah mewariskan nilai kedisiplinan, integritas, dan dedikasi yang akan terus menjadi teladan bagi generasi penerus,” ujarnya.
Bupati juga mengenang almarhum sebagai sosok yang membangun fondasi penyelenggaraan pemerintahan yang tertib, mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, serta menanamkan budaya kerja yang bertanggung jawab dan berintegritas.
Ia menegaskan bahwa setiap pemimpin hadir pada zamannya dengan tantangan yang berbeda, namun pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan dikenang oleh masyarakat.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh jasa dan keteladanan almarhum serta mengajak seluruh masyarakat mengenang dedikasi Stefanus Paus Parera dalam membangun Kabupaten Timor Tengah Utara.
“Selamat jalan, Bapak Drs. Stefanus Paus Parera. Terima kasih atas seluruh pengabdian dan keteladanan yang telah diwariskan bagi Kabupaten Timor Tengah Utara. Kiranya Tuhan Yang Mahakasih menerima beliau dalam damai abadi,” tutup Bupati.
Penulis : Lius Salu/Kominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana/Kominfotik TTU
