KEFAMENANU NEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Naibenu Tahun 2026 untuk perencanaan Tahun 2027, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Naibenu, Bakitolas, mulai pukul 10.00 WITA tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda TTU Bidang Perekonomian dan Pembangunan, para staf ahli, Camat Naibenu, serta tiga anggota DPRD TTU yakni Hilarius Ato, Wilhelmus Oki, dan Ince Angi.
Turut hadir para kepala dinas, kepala desa, kepala puskesmas, tokoh adat, anggota BPD, TP PKK desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta unsur terkait lainnya.
Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut secara adat melalui ritual titur adat takanab, pengalungan, dan tarian tradisional. Acara pembukaan juga diawali dengan mengheningkan cipta atas meninggalnya Trisutrisno.

Musrenbang Sebagai Forum Strategis Perencanaan
Dalam sambutannya, Bupati Yosep menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan delegasi desa yang hadir mengikuti Musrenbang.
“Bapak, ibu, saudara, saudari adalah representasi seluruh masyarakat Kecamatan Naibenu yang memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Semoga dapat memberikan masukan yang konstruktif, kreatif, dan inovatif demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis yang hasilnya akan menjadi bahan pembahasan pada Musrenbang RKPD tingkat kabupaten serta sebagai masukan dalam penyempurnaan rancangan RKPD Tahun 2027.
Tujuan Musrenbang RKPD, lanjutnya, adalah sebagai media penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan usulan kegiatan prioritas desa agar terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah di tingkat kecamatan. Usulan yang disepakati akan diprioritaskan secara optimal untuk mendapatkan alokasi anggaran yang proporsional pada Tahun 2027.
Bupati juga mengakui bahwa tidak semua usulan Musrenbang sebelumnya dapat terakomodasi dalam APBD 2026 karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah dan skala prioritas pembangunan.
“Karena itu, saya mengajak kita semua tetap optimis dan menjadikan Musrenbang sebagai bagian dari proses pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Tema RKPD 2027 : Menuju TTU Emas
Berdasarkan sasaran dan fokus prioritas pembangunan daerah Tahun 2027 serta arah kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten TTU Tahun 2025–2045, Pemerintah Kabupaten TTU mengusung tema:
“Penguatan Landasan Transformasi Daerah II Menuju TTU Emas.”
Tema tersebut dijabarkan dalam 23 tagline prioritas pembangunan sebagai penjabaran visi dan misi daerah Tahun 2025–2029, antara lain:
Produk unggulan dan identitas daerah, perekonomian desa, pengembangan investasi daerah, Kota Kefamenanu sebagai kota beradat, pendidikan gratis dan literasi masyarakat, kesehatan gratis dan keluarga sehat bahagia, ketahanan pangan daerah, kebudayaan Atoin Meto, TULUS (Bantuan Duka untuk Keluarga Miskin), pelayanan publik tanpa pungutan, pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat, serta daerah siap menghadapi bencana.
Menurut Bupati, deretan prioritas tersebut menjadi kompas dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD dan hanya akan terwujud apabila seluruh pihak menyadari serta menjalankan perannya masing-masing.

Penegasan Integritas Aparatur dan Dukungan Program Nasional
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan dua hal penting.
Pertama, terkait moral dan etika aparatur pemerintah. Ia menyoroti masih adanya keluhan masyarakat mengenai perilaku aparatur yang belum mencerminkan keteladanan, baik dalam pengelolaan keuangan negara maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Sebagai abdi negara, kita terikat aturan dan sanksi yang jelas. Perilaku yang tidak terpuji harus dihindari,” tegasnya.
Kedua, ia menegaskan bahwa rencana pembangunan daerah merupakan turunan dari program pembangunan nasional. Oleh karena itu, seluruh aparatur diminta mendukung dan menyukseskan program nasional yang sedang dijalankan, seperti program MBG dan Koperasi Merah Putih.
Apabila terdapat kendala di lapangan, ia meminta agar disampaikan secara berjenjang untuk segera ditindaklanjuti serta tidak membangun narasi yang dapat mengganggu pelaksanaan program nasional.
“Semoga forum musyawarah ini berjalan dengan baik dan menghasilkan rencana kegiatan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat,” tutup Bupati.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
