KEFAMENANU, NEWS – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pangan segar di sejumlah pasar tradisional menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan sidak tersebut dilaksanakan selama periode 10 hingga 16, dengan menyasar 11 pasar tradisional, yakni Pasar Oenopu, Pasar Eban, Pasar Oelolok, Pasar Noemuti, Pasar Lurasik, Pasar Maubesi, Pasar Sunsea, Pasar Haulasi, Pasar Fatumtasa, Pasar Wini, dan Pasar Mamsena. Selain itu, pengawasan juga dilakukan di Pasar Baru Kefamenanu serta dua lapak buah, yakni Lapak Sanglebun dan Lapak Bibi Maira Cakra.
Sidak ini bertujuan untuk memastikan pangan segar yang beredar di masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan layak konsumsi, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan bahan pangan saat hari raya.
Tim dari Dinas Ketahanan Pangan TTU melakukan pemantauan langsung terhadap berbagai komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat, seperti aneka sayuran dan buah-buahan. Komoditas yang diperiksa meliputi kacang panjang, buncis, kangkung, cabai rawit, tomat, terong, wortel, kubis, sawi, bayam, brokoli, daun bawang, hingga buah-buahan seperti apel, lengkeng, salak, jeruk sunkist, dan pir.
Dalam pelaksanaan sidak, tim melakukan sejumlah langkah pengawasan, di antaranya memeriksa kondisi fisik pangan segar yang dijual pedagang, memastikan produk tetap segar dan higienis, serta mengawasi kemungkinan penggunaan bahan berbahaya. Selain itu, tim juga memantau kebersihan lapak dan cara penanganan pangan oleh pedagang.
Tidak hanya pengawasan, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Pedagang diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lapak dan peralatan, menyimpan pangan sesuai standar penanganan yang benar, serta tidak menggunakan bahan berbahaya yang dapat merugikan kesehatan konsumen.
Masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen cerdas dengan memilih pangan yang segar, tidak berbau menyimpang, serta memperhatikan kebersihan tempat berjualan sebelum membeli.
Dari hasil pengujian sampel sayur dan buah menggunakan rapid test kit, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap peredaran pangan di pasar tetap terjamin keamanan dan mutunya. Dengan demikian, masyarakat dapat menyambut hari raya dengan rasa aman, nyaman, dan sehat.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
