Pemkab TTU Siapkan Bantuan Besar untuk Selesaikan Pembangunan Gereja yang Lama Terhenti

KEFAMENANU NEWS,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan sejumlah pembangunan gereja yang mandek selama bertahun-tahun. Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan dana bernilai besar untuk menuntaskan gereja-gereja yang total terhenti pengerjaannya.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengatakan bantuan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk hadir dalam kebutuhan dasar umat. Hal tersebut disampaikan usai menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan gereja di Aula Kantor Bupati TTU, Senin (24/11/2025).

Tahun depan ada bantuan besar dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan pembangunan gereja yang total terhenti,” ujar Bupati.

Menurutnya, nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp4 miliar, dan menjadi yang pertama kali disalurkan dengan besaran tersebut di Kabupaten TTU. Bantuan tersebut tidak hanya mencakup penyelesaian bangunan fisik, tetapi juga fasilitas pendukung seperti kursi, sound system, hingga perlengkapan liturgi lainnya.

Kita tuntaskan sampai terima kunci, sehingga umat tidak lagi dibebankan,” tegas Bupati Falent.

Bupati, Wakil Bupati TTU, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda TTU dan pejabat terkait berfoto bersama [perwakilan penerima dana bantuan sosial, Senin (24/11/2025).

Ia menjelaskan, program ini menyasar gereja-gereja yang sudah terhenti pembangunannya lebih dari tujuh tahun, bahkan ada yang mandek sampai 23 tahun. Pemerintah daerah saat ini sedang melakukan pendataan final terhadap gereja yang memenuhi kriteria.

Salah satu yang diusulkan adalah Gereja di Desa Bitefa, yang telah 23 tahun tidak mengalami kemajuan. Selain itu, Gereja St. Fransiskus di Wini yang sudah terhenti selama 10 tahun juga masuk dalam daftar yang akan diselesaikan menggunakan dana pemerintah.

Hal seperti ini yang kemudian pemerintah harus hadir untuk mengambil alih penyelesaiannya,” imbuh Bupati.

Ia menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pembangunan gereja dan budaya adat, agar masyarakat tidak bekerja sendiri tanpa dukungan negara.

Meski anggaran daerah terbatas, Bupati Falent menegaskan pemerintah tetap berkomitmen untuk membantu semaksimal mungkin.

Kami minta maaf kalau pemerintah daerah belum bisa membantu secara maksimal. Dengan keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya berkontribusi untuk membantu umat dan gereja merealisasikan harapan mereka,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu
Editor : Kristo Ukat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *