KEFAMENANU NEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.Ip.,M.A menegaskan komitmen kerja sama antara tiga kabupaten perbatasan RI–RDTL, yakni Kabupaten TTU, Belu, dan Malaka, dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan.
Komitmen tersebut merupakan hasil pertemuan antara Bupati TTU, Bupati Belu, dan Bupati Malaka yang berlangsung selama kurang lebih empat jam di Kabupaten Malaka, Kamis (12/3/2026).
MoU dan Sekretariat Bersama
Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (16/3/2026), Bupati TTU menjelaskan bahwa kesepakatan tiga kabupaten tersebut mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan investor.
“Setelah Lebaran, kita rencanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk tiga kabupaten, sekaligus pembentukan sekretariat bersama guna membahas kelengkapan administrasi dan regulasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekretariat bersama akan menjadi wadah koordinasi dalam menindaklanjuti seluruh kesepakatan yang telah dicapai.
Dorongan Investasi dan Ekonomi Lokal
Bupati TTU menyebutkan, terdapat tiga poin utama dalam kesepakatan tersebut yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan, yakni peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan ekonomi lokal.
Menurutnya, kerja sama ini akan membuka peluang masuknya investasi, termasuk pembangunan sektor industri yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penanganan Sampah Terpadu
Salah satu fokus kerja sama adalah penanganan sampah secara terpadu. Pengelolaan sampah dinilai tidak akan optimal apabila masing-masing daerah berjalan sendiri dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Untuk Kabupaten TTU, penanganan sampah telah memasuki tahap perencanaan dan akan segera dieksekusi dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, terdapat peluang investasi di bidang pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.“Jika investasi ini berjalan, maka kebutuhan bahan baku sampah tidak dapat dipenuhi oleh satu daerah saja, sehingga perlu sinergi antara TTU, Belu, dan Malaka,” jelasnya.
Saat ini, ketiga kabupaten juga tengah membahas penentuan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu agar dapat dijangkau secara efektif oleh masing-masing wilayah.
Penguatan Infrastruktur Perbatasan
Di sektor infrastruktur, kerja sama difokuskan pada peningkatan jalan penghubung antarwilayah serta pengembangan pasar perbatasan dengan melibatkan investor.
“Jalan penghubung antarwilayah akan kita perjuangkan bersama agar menjadi perhatian pemerintah pusat untuk segera ditangani,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan agar kawasan perbatasan mendapatkan alokasi program pembangunan perumahan dari pemerintah pusat.
Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Di bidang ekonomi, ketiga kabupaten berencana mengembangkan kawasan perdagangan bebas (free trade zone) di wilayah perbatasan guna menarik minat investor dan membuka lapangan kerja baru.Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Tindak Lanjut KesepakatanSebagai tindak lanjut, akan dibentuk sekretariat bersama yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan seluruh poin kesepakatan tersebut agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
