KEFAMENANU, NEWS — Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, menegur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait rencana survei kekeringan di sejumlah desa pada musim kemarau.
Kamillus menyampaikan teguran tersebut saat memberikan arahan pada upacara apel kesadaran yang digelar setiap tanggal 17 dalam bulan di lingkup Pemerintah Kabupaten TTU, Kamis (17/9/2026).
“Itu kemarin Badan Penanggulangan Bencana Daerah beberapa kali saya tegur karena mereka mau turun ke desa-desa untuk survei kekeringan. Ini musim kemarau, ya pasti kering, masa mau disurvei lagi,” katanya.
Ia mempertanyakan urgensi survei kekeringan yang dilakukan BPBD dengan turun langsung ke desa-desa, sementara kondisi kemarau telah diketahui secara umum.
“Saya tidak mengerti melakukan survei kekeringan di desa ini, kok bisa ya? Memang ini musim kemarau, kok survei lagi,” ujarnya.
Menurut Kamillus, langkah yang perlu dilakukan BPBD adalah mengidentifikasi dampak kekeringan yang dialami masyarakat, terutama terkait kebutuhan air bersih dan air minum.
Ia mengatakan informasi mengenai masyarakat yang terdampak kekeringan dapat disampaikan melalui pemerintah kecamatan maupun kepala desa.
“Memang dampak dari kekeringan itu seperti kekurangan air bersih dan air minum. Cara mengetahuinya, kecamatan-kecamatan atau kepala desa yang menyampaikan masyarakat yang terdampak musim kering dan membutuhkan bantuan air minum dan air bersih,” katanya.
Kamillus meminta BPBD segera menindaklanjuti laporan dari pemerintah kecamatan atau desa dengan menyiapkan dan menyalurkan bantuan air kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Setelah laporan masuk, BPBD siapkan airnya, antar ke sana, itu yang betul. Masa harus melakukan survei kekeringan di desa. Musim kemarau kok disurvei lagi, gimana sih,” katanya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
