Sanggar Sandalwood Wakili TTU di Festival Fronteira Timor-Leste, Siap Tampilkan Pesona Buna Insana

KEFAMENANU NEWS,– Mewakili Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sanggar Sandalwood siap tampil di panggung internasional dalam Festival Fronteira Timor-Leste tahun 2026.

Festival yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 ini dipusatkan di Lospalos, wilayah timur Timor-Leste. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan budaya bagi masyarakat dari kedua negara, khususnya wilayah yang memiliki kedekatan geografis dan hubungan sosial di kawasan perbatasan.

Rombongan Tim Sanggar Sandalwood berangkat dari Kota Kefamenanu pada Rabu 21 Oktober 2026 dan diantar langsung Bus Dinas Perhubungan Kabupaten TTU ke PLBN Motaain, Kabupaten Belu.

Pesona Buna Insana Perkenalkan Kekayaan Budaya TTU

Ketua sekaligus koordinator Sanggar Sandalwood, Teofilio Da Silva, yang akrab disapa Bitan, menjelaskan bahwa keikutsertaan sanggar yang dipimpinnya merupakan kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Kabupaten TTU kepada masyarakat Timor-Leste dan peserta festival lainnya.

Salah satu penampilan yang dibawakan adalah Tarian Pesona Buna Insana, yang mengangkat kekayaan budaya tenun Buna dari wilayah Insana, Kabupaten TTU. Buna merupakan salah satu teknik tenun ikat khas masyarakat Timor yang dikenal melalui motif dan proses pembuatannya yang memiliki nilai budaya.

Melalui penampilan ini, Sanggar Sandalwood membawa pesan bahwa kebudayaan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga identitas masyarakat yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat internasional.

Tiga Tarian Warnai Penampilan Sanggar Sandalwood

Bitan menjelaskan, selain Pesona Buna Insana, Sanggar Sandalwood juga menampilkan dua tarian lainnya, yakni Tarian Un Unu dan Tarian Oeleten.

Ketiga penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman seni pertunjukan Kabupaten TTU dalam Festival Fronteira 2026. Kehadiran Sanggar Sandalwood sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi dan ekspresi budaya yang berkembang di wilayah perbatasan NTT.

Festival Fronteira Memasuki Tahun Keempat

Lebih lanjut, Bitan menjelaskan, Festival Fronteira Timor-Leste tahun 2026 telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Pada pelaksanaan kali ini, wilayah Nusa Tenggara Timur yang diundang untuk berpartisipasi berasal dari Atambua, Kabupaten Belu, dan Kefamenanu, Kabupaten TTU.

Festival ini menghadirkan sejumlah kegiatan, antara lain upacara adat Fataluku sebagai bagian dari pembukaan, pawai budaya Timor-Leste dan NTT, pameran kain tradisional tais dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertunjukan seni, seminar, serta dialog rekonsiliasi.Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran budaya dan pengalaman, sekaligus mempererat persahabatan masyarakat Indonesia dan Timor-Leste.

Seni dan Budaya Perkuat Persahabatan di Perbatasan

Kabupaten TTU yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste, partisipasi dalam festival budaya lintas negara ini menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun hubungan antarmasyarakat melalui seni dan tradisi.

Keikutsertaan ini juga menjadi pengingat bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan persahabatan, memperkuat identitas lokal, serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.

Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *