Pemkab TTU Dorong Kolaborasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Literasi

KEFAMENANU,NEWS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mendorong penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan melalui kegiatan Refleksi Ekosistem Pendidikan tingkat kabupaten guna meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya literasi dan numerasi dasar.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU bekerja sama dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Sekretariat Daerah TTU, Thelymitro Raimundo Kapitan, yang mewakili Bupati TTU, di Hotel Victory II, Kefamenanu, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan itu diikuti kepala sekolah dan guru tingkat sekolah dasar serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten TTU. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU Beato Yosep F.X. Omenu dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika TTU Emanuel Tulasi.

Dalam sambutan, Bupati TTU yang dibacakannya, Thelymitro mengatakan pendidikan merupakan ekosistem yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, hingga mitra pembangunan.

Menurut dia, seluruh unsur tersebut perlu bekerja sama untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan memastikan anak-anak memperoleh layanan pembelajaran yang berkualitas.

“Pendidikan bukanlah jalan tunggal yang bisa dilalui sendirian. Pendidikan adalah sebuah ekosistem besar yang saling bertalian, yang mempertemukan peran pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, hingga mitra pembangunan,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU beserta jajaran yang telah membangun kolaborasi strategis dengan INOVASI NTT dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah itu.

Menurut Thelymitro, kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk mengawal peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik, terutama dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi dasar.

Ia menjelaskan, kegiatan refleksi tersebut menjadi ruang bagi kepala sekolah dan guru untuk mengevaluasi proses pembelajaran, mengidentifikasi berbagai kendala, serta menilai hasil belajar yang telah dicapai peserta didik.

Melalui forum itu, para peserta juga diharapkan dapat berbagi pengalaman dan praktik baik dari sekolah-sekolah dampingan agar pendekatan pembelajaran yang terbukti bermanfaat dapat diterapkan secara lebih luas.

“Saya berharap praktik baik ini tidak berhenti sebagai cerita sukses di satu atau dua sekolah saja, tetapi menjadi pemantik untuk ditiru, diadaptasi, dan disebarluaskan ke seluruh satuan pendidikan di Kabupaten TTU,” ujarnya.

Thelymitro juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, legislatif, penggerak literasi, dan kalangan akademisi, untuk bersama-sama memetakan hambatan pendidikan serta merumuskan dukungan konkret dan langkah strategis yang berdampak langsung terhadap peserta didik.

Ia menegaskan, guru memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, para guru diharapkan terus berinovasi dan menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan potensi setiap anak.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya memberikan dukungan agar iklim belajar dan mengajar di Kabupaten TTU semakin inklusif, adaptif, dan berkemajuan.

“Kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir, mari kita tanggalkan ego sektoral, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan komitmen. Masa depan anak-anak Timor Tengah Utara ditentukan oleh seberapa solid kita bekerja sama hari ini,” katanya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *