KEFAMENANUNEWS, — Minggu siang, 25 Oktober 2026, suasana di rumah duka Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, terasa berbeda.
Di tengah keluarga yang masih larut dalam kesedihan, hadir jajaran Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahan daerah: Gregoriussen R. Asten, S.Si., QRMA, CGCAE, Inspektur Daerah Kabupaten TTU.
Hari itu, pengabdian seorang birokrat yang telah memberikan tenaga dan pikirannya bagi daerah secara resmi diantar menuju peristirahatan terakhir.
Upacara pemakaman secara kedinasan dipimpin oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten TTU, Trinimus Olin, S.Kom., M.T., mewakili Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A.
Prosesi diawali dengan Misa Requiem. Doa-doa dipanjatkan bagi kedamaian dan keselamatan jiwa almarhum. Setelah itu, suasana berubah menjadi semakin khidmat ketika prosesi pemakaman secara kedinasan dimulai.
Sejumlah pejabat dan ASN Pemerintah Kabupaten TTU hadir. Inspektur Daerah Provinsi NTT, para asisten, staf ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, Camat Kota Lama, Lurah Pasir Panjang, keluarga besar Biboki di Kota Kupang, serta jajaran ASN turut berdiri bersama keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di antara mereka, tampak jelas satu pesan yang hendak disampaikan: kepergian Gregoriussen R. Asten bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar Pemerintah Kabupaten TTU.
Sosok di Balik Pengabdian
Bagi sebuah pemerintahan daerah, Inspektorat bukan sekadar perangkat daerah. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk menjaga tata kelola pemerintahan, memastikan proses berjalan sesuai aturan, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Di posisi itulah almarhum menjalankan tugasnya.
Dalam sambutan tertulis Bupati TTU yang dibacakan Plh. Sekda Trinimus Olin, tergambar bagaimana almarhum dipandang bukan sekadar sebagai seorang pejabat, tetapi juga sebagai rekan dalam perjalanan kepemimpinan daerah.
Bupati menyampaikan bahwa di tengah dinamika pemerintahan, almarhum merupakan sosok yang menjadi tempat bertukar pikiran dengan jujur dan tulus.
Kepergiannya, kata Bupati, meninggalkan ruang kosong yang besar, baik dalam struktur pemerintahan maupun secara pribadi.
Kalimat tersebut menjadi salah satu bagian paling dalam dari penghormatan terakhir pemerintah daerah. Sebab, di balik jabatan dan struktur birokrasi, terdapat hubungan antarmanusia yang dibangun melalui kerja, komunikasi, tanggung jawab, dan pengabdian.
Kepergian yang Menyisakan Duka
Gregoriussen R. Asten mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Ben Mboi, Kupang, pada 23 Oktober 2026.
Ia meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.
Bagi keluarga, kehilangan tersebut tentu menghadirkan ruang sunyi yang tidak mudah diisi. Sementara bagi Pemerintah Kabupaten TTU, kepergian almarhum meninggalkan kehilangan tersendiri di tengah perjalanan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Namun, di tengah duka tersebut, ada satu hal yang tetap tinggal: jejak pengabdian.
Waktu, jabatan, dan seseorang mungkin akan berlalu. Tetapi pekerjaan yang dilakukan dengan ketulusan akan meninggalkan cerita bagi orang-orang yang pernah bekerja bersama dan menerima manfaat dari pengabdian tersebut.
Pemerintah Kabupaten TTU pun menyampaikan bahwa keluarga almarhum tidak menghadapi duka ini sendirian. Keluarga besar pemerintah daerah turut merasakan kehilangan dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan, ketabahan, serta penghiburan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Selamat Jalan, Pak Greg
Minggu itu, bendera Merah Putih dan prosesi kedinasan menjadi bagian dari penghormatan terakhir kepada seorang aparatur yang telah mendedikasikan dirinya bagi daerah.
Tidak ada lagi agenda pemerintahan yang akan dihadiri almarhum. Tidak ada lagi ruang rapat tempat bertukar pikiran. Tidak ada lagi percakapan tentang tugas dan tanggung jawab pemerintahan bersama dirinya.
Yang tersisa adalah kenangan, karya, dan jejak pengabdian.
Di hadapan keluarga dan seluruh jajaran yang hadir, Pemerintah Kabupaten TTU menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Semoga segala jasa dan pengabdian almarhum menjadi kenangan yang abadi.
Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga iman dan pengharapan senantiasa menjadi kekuatan untuk melewati hari-hari setelah kepergian orang tercinta.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
