KEFAMENANU NEWS,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali menggelar upacara bendera rutin setiap tanggal 17 dalam bulan. Upacara yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati TTU tersebut dipimpin langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Senin (19/1/2025).
pacara tersebut dirangkaikan dengan pemberian SK 100% kepada perwakilan PNS dan penyerahan piagam penghargaan bagi para ASN yang telah memasuki masa purna bakti.
Dalam amanatnya, Bupati yang akrab disapa Falent itu menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian serius bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten TTU.
Poin pertama yang disampaikan adalah terkait pelepasan ASN yang memasuki masa purna bakti. Menurut Bupati Falent, purna bakti merupakan sebuah tradisi yang patut dipertahankan sebagai bentuk penghormatan kepada ASN yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.

“Yang berdiri di hadapan saya ini cepat atau lambat akan mengalami hal yang sama. Karena itu, kita melepas teman-teman kita yang memasuki masa purna bakti dengan segala harapan, kerinduan, dan kehormatan atas pengabdian mereka yang telah melaksanakan tugas dan dharma baktinya dengan penuh tanggung jawab tanpa pelanggaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, masa purna bakti perlu diapresiasi dan diberikan penghormatan setinggi-tingginya. Pengabdian para pensiunan ASN diharapkan dapat menjadi teladan bagi ASN yang masih aktif bertugas.
“Hal-hal baik yang telah dilakukan perlu dicontoh, sedangkan yang kurang baik tidak perlu diikuti. Kita harus menghargai seluruh dedikasi yang telah mereka berikan,” pesan Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Falent berharap kegiatan penghargaan bagi ASN purna bakti dapat menjadi tradisi tetap di lingkungan Pemkab TTU. Apabila setiap bulan terdapat ASN yang memasuki masa pensiun, maka akan tetap diadakan acara pelepasan sebagai bentuk penghormatan dan warisan budaya birokrasi bagi generasi ASN berikutnya.
Poin kedua yang disampaikan adalah rencana pelaksanaan rolling jabatan pada 21 Januari mendatang. Bupati meminta para ASN yang terdampak rolling agar menyiapkan diri dan segera menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru.
“Baik eselon II, III, maupun IV, semuanya harus cepat beradaptasi. Jangan memandang rolling jabatan sebagai sesuatu yang negatif,” tegasnya.
Menurutnya, rolling jabatan merupakan bagian dari tour of duty untuk menghindari kejenuhan dan meningkatkan kinerja. Ia juga menegaskan bahwa dalam kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Kamillus Elu tidak ada istilah suka atau tidak suka.
“Tidak ada like and dislike. Yang ada adalah profesionalisme dengan prinsip reward and punishment,” katanya.
Bupati juga membuka ruang bagi ASN yang mengalami kendala setelah rolling jabatan untuk melaporkannya agar mendapat perhatian. Ia menyinggung bahwa permintaan pindah selama ini banyak datang dari guru dan tenaga kesehatan, sehingga perlu penataan agar tidak terjadi penumpukan pegawai di satu tempat.

Poin ketiga, Bupati Falent menyampaikan bahwa pada 23 Januari 2025 mendatang, Kabupaten TTU akan menerima kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kunjungan tersebut.
“Tanggalnya sudah pasti, soal jam masih akan dikonfirmasi. Kita akan koordinasi lebih lanjut agar semua persiapan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Falent juga menyoroti kedisiplinan ASN, khususnya dalam pelaksanaan upacara. Ia mengaku masih menemukan ASN yang datang santai meskipun waktu upacara sudah hampir dimulai.
“Kalau upacara dimulai pukul 07.30, maka lima menit sebelumnya semua sudah harus berada di lapangan. Tidak ada lagi yang lari-lari,” tegasnya.
Ia menambahkan, ke depan ASN yang terlambat dan masih berjalan masuk saat upacara berlangsung akan dipisahkan oleh Satpol PP dan diberikan tugas khusus.
“Yang terlambat akan tahu sendiri konsekuensinya. Akan ada tugas tersendiri,” pungkas Bupati Falent.
Penulis : Lius Salu
Editor : Kristo Ukat
