KEFAMENANU NEWS,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyebut kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sebagai sebuah rezeki besar bagi daerah. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten TTU dalam kegiatan Launching Ceremony yang berlangsung di halaman Gedung NTT Mart, Jumat (23/1/2027).
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa tidak semua kabupaten memperoleh kesempatan dikunjungi langsung oleh Menteri Pertahanan. Menurutnya, kehadiran Menhan di TTU merupakan peristiwa penting yang menunjukkan perhatian khusus pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan.

“Pak Menhan datang itu, orang bilang rezeki sudah dekat, karena Pak Menhan ini orang paling dekat dengan Pak Presiden,” ujar Gubernur di hadapan para tamu undangan.
Gubernur menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk keberkahan yang patut disyukuri dan dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, momentum ini merupakan peluang strategis untuk mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten TTU.
“Ini peristiwa besar. Tidak semua kabupaten mendapatkan rezeki berupa kunjungan langsung Menteri Pertahanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa agenda kunjungan Menteri Pertahanan di wilayah NTT bersifat khusus. Setelah melakukan kunjungan ke Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu, Menhan langsung menuju Kabupaten TTU tanpa agenda lanjutan di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang.

“Kemarin ke Unhan dan hari ini langsung ke TTU. Bahkan pihak provinsi hanya sebatas mendampingi. Menhan tidak memiliki agenda di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang. Jadi kunjungan ini memang khusus untuk Belu dan TTU. Ini rezeki besar bagi TTU,” jelas Gubernur.
Kedatangan Gubernur NTT dalam kegiatan tersebut disambut secara adat oleh Pemerintah Kabupaten TTU melalui tutur adat, pengalungan selendang oleh Bupati TTU, serta tarian penyambutan khas daerah.
Penulis: Lius Salu/Kominfotik TTU
Editor : Eman Tulasi/Kominfotik TTU
