KEFAMENANU NEWS,– Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Kamillus Elu, SH secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) Respon KLB Rabies, yang berlangsung di Aula Hotel Ariesta Kefamenanu, Kamis (29/1/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, Wakil Bupati Kamillus Elu menegaskan bahwa kasus rabies di Kabupaten TTU tidak lagi hanya menjadi isu di tingkat daerah atau provinsi, melainkan telah berkembang menjadi isu nasional. Hal inilah yang mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat menyelenggarakan kegiatan bimtek tersebut di Kabupaten TTU.
“Rabies di TTU ini bukan hanya isu provinsi, tetapi sudah menjadi perhatian nasional. Karena itu, PMI Pusat memandang perlu mempersiapkan relawan melalui kegiatan bimtek agar memiliki kemampuan teknis dalam pencegahan,” ujar Wabup Kamillus.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan relawan sangat penting agar persoalan rabies tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari. Menurutnya, langkah preventif harus dilakukan secara terencana dan berbasis data di lapangan.
“Hal-hal seperti ini jangan sampai kemudian menjadi masalah ke depan. Kita harus bekerja sejak awal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup Kamillus menekankan bahwa penanganan rabies saat ini juga menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh relawan yang mengikuti bimtek agar aktif turun ke masyarakat melakukan sosialisasi, khususnya kepada keluarga yang memelihara anjing.
“Jangan sampai kita lengah, karena kita ini sedang diteropong oleh pemerintah pusat. Saya minta relawan turun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi keluarga-keluarga yang memiliki anjing,” katanya.
Ia menjelaskan, proses identifikasi harus dilakukan secara detail, mulai dari jumlah anjing yang dimiliki, jenis kelamin, ukuran, hingga kondisi kesehatan dan status vaksinasi hewan tersebut.
“Semua harus didata dengan baik, berapa ekor, jantan atau betina, besar atau kecil, dan apakah sudah divaksin atau belum,” jelasnya.
Menurut Wabup Kamillus, proses identifikasi tersebut ibarat seorang dokter yang melakukan diagnosis sebelum memberikan obat kepada pasien, sehingga tindakan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kalau diagnosisnya tepat, maka langkah penanganannya juga tepat. Itu yang kita harapkan dari relawan-relawan yang mengikuti bimtek selama tiga hari ini,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pembekalan yang diberikan, para relawan dapat membantu pelaksanaan vaksinasi rabies secara efektif sebagai langkah pencegahan, sehingga kasus rabies di Kabupaten TTU dapat ditekan, bahkan diupayakan tidak ada lagi.
“Ini langkah preventif agar kasus rabies bisa kita tekan, bahkan bila perlu tidak ada lagi di TTU,” pungkas Wakil Bupati Kamillus Elu.
Penulis: Lius Salu/Kominfotik TTU
Editor : Eman Tulasi/Kominfotik TTU
