KEFAMENANU NEWS,- Layanan darurat Call Center TTU Siaga 112 setelah dilaunching pada 22 Mei 2025, terus menunjukkan kinerja positif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Berdasarkan data rekapitulasi panggilan periode Mei-Desember 2025, tercatat sebanyak 4.428 panggilan darurat masuk ke sistem layanan.
Dari jumlah tersebut, 4.425 panggilan berhasil diteruskan ke petugas (agent), dan 4.024 panggilan berhasil dijawab, dengan rata-rata tingkat respons di atas 90 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten TTU dalam memastikan akses cepat dan responsif terhadap layanan kegawatdaruratan masyarakat.

Secara bulanan, jumlah panggilan tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan 1.287 panggilan, disusul November 1.193 panggilan dan Desember 1.145 panggilan. Sementara itu, jumlah panggilan terendah tercatat pada bulan Mei, yakni sebanyak 447 panggilan. Fluktuasi jumlah panggilan ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan layanan darurat pada periode tertentu sepanjang tahun.
Tingkat keberhasilan penanganan panggilan juga tergolong tinggi. Persentase panggilan dijawab tertinggi tercatat pada bulan Mei sebesar 97 persen, sementara bulan Agustus menjadi periode dengan persentase terendah yakni 85 persen, yang tetap berada dalam kategori pelayanan baik.
Petugas Call Center 112 Tetap Profesional Meski Dikerjai Penelpon Prank
Di balik layar layanan darurat TTU Siaga 112, para petugas call center bekerja dengan penuh kesigapan. Namun, tidak semua panggilan yang masuk berisi laporan kejadian nyata.

Tercatat sejak Mei-Desember 2025 adanya 134 panggilan prank dan ghost call. Berdasarkan data dari Call Center TTU Siaga 112, periode Mei–Desember, jumlah tertinggi terjadi pada November dengan 78 panggilan, sementara yang terendah tercatat pada Mei sebanyak 14 panggilan.
Beberapa petugas yang dijumpai di ruang call center mengaku masih kerap menerima panggilan prank. Meski demikian, mereka tetap menjalankan tugas secara profesional. Setiap panggilan yang masuk tetap dijawab dengan sopan, tenang, dan responsif.
“Ada yang telepon, tapi saat kami bicara hanya anak kecil yang bersuara. Setelah itu dimatikan, lalu telepon lagi. Begitu terus. Tapi kami tetap menerima setiap telepon yang masuk dan merespon dengan baik,” ujar salah satu petugas.
Menurut mereka, tantangan tersebut sudah menjadi bagian dari dinamika layanan publik. Prinsipnya, setiap panggilan tetap dianggap penting sampai terbukti sebaliknya. Sebab, dalam layanan darurat, satu detik bisa sangat berarti.
Kadis Kominfotik TTU : Gunakan Call Center 112 Secara Bijak
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kabupaten TTU, Emanuel Tulasi,S.Sos mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan Call Center TTU Siaga 112 secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurutnya, nomor 112 merupakan layanan darurat yang disiapkan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kejadian yang benar-benar membutuhkan respons segera, seperti kebakaran, kecelakaan, gangguan keamanan, layanan kesehatan darurat, maupun kondisi bencana.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panggilan prank atau telepon iseng ke 112. Setiap panggilan yang masuk tetap kami respons dengan serius. Namun, jika digunakan untuk bercanda, itu bisa menghambat penanganan laporan darurat yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, satu panggilan iseng berpotensi menyita waktu operator dan memperlambat respons terhadap warga yang benar-benar sedang dalam kondisi genting.
“Nomor 112 ini bukan untuk main-main. Ini adalah jalur penyelamat. Kami berharap peran orang tua juga mengawasi anak-anak agar tidak menggunakan telepon untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Kadis menegaskan, Pemerintah Kabupaten TTU berkomitmen menjaga kualitas layanan 112 agar tetap cepat, tepat, dan responsif. Karena itu, dukungan masyarakat dalam menggunakan layanan secara bijak menjadi bagian penting dari keberhasilan sistem darurat terpadu ini.
Penulis : Apson Benu/Kominfotik TTU
Editor : Emanuel Tulasi/Kominfotik TTU
