KEFAMENANU NEWS,- Sore itu, Selasa (24/2/2026), Dusun Bioni, Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, tampak semarak. Di bawah tenda sederhana bernuansa biru putih, masyarakat berkumpul menyambut kedatangan Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo.
Sekitar pukul 15.00 WITA, Bupati tiba di lokasi dan disambut tutur adat serta tarian tradisional. Prosesi adat dilanjutkan dengan ritual di salah satu rumah adat setempat sebuah simbol bahwa pembangunan yang hadir tetap berpijak pada nilai dan kearifan lokal.

Usai ritual, Bupati melakukan pengguntingan pita secara simbolis pada salah satu unit Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Tepuk tangan warga pecah, menandai diresmikannya 25 unit sanitasi layak bagi keluarga penerima manfaat di Desa Oelami.
Plt. Kepala Dinas PUPR TTU, Krysogonus Ahoinai, menjelaskan bahwa SPALD-S bukan sekadar pembangunan tangki septik biasa.
“Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat atau SPALD-S adalah metode pengolahan limbah cair rumah tangga, baik dari kakus (black water) maupun non-kakus (grey water), yang dikelola secara mandiri atau komunal di lokasi sumber menggunakan tangki septik kedap air,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem ini bertujuan mencegah pencemaran tanah dan air tanah melalui proses pengolahan biologis. Namun, pengelolaan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
Menurut Krysogonus, SPALD-S memiliki tiga komponen penting yang saling berkaitan.
Pertama, sub-sistem pengolahan setempat, yakni tangki septik kedap air sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dilengkapi bidang resapan. Di sinilah air limbah rumah tangga diolah langsung di lokasi.

Kedua, sub-sistem pengangkutan, berupa penyedotan lumpur tinja secara berkala—umumnya setiap tiga hingga lima tahun—menggunakan armada resmi.
Ketiga, sub-sistem pengolahan lumpur tinja (IPLT), yaitu fasilitas pengolahan akhir tempat lumpur hasil sedotan diproses lebih lanjut agar tidak mencemari lingkungan.
Menjangkau 16 Desa
Program pembangunan SPALD-S Tahun Anggaran 2025 ini tidak hanya menyasar Desa Oelami. Secara keseluruhan, kegiatan ini menargetkan 16 desa di Kabupaten Timor Tengah Utara, dengan masing-masing desa mendapatkan sekitar 25 unit infrastruktur sanitasi.
Artinya, ratusan kepala keluarga di berbagai desa akan merasakan manfaat langsung dari program ini. Desa Oelami menjadi salah satu titik pelaksanaan yang hari itu diresmikan secara simbolis.
SPALD-S dinilai sangat cocok untuk wilayah dengan kepadatan penduduk rendah hingga menengah, termasuk kawasan perdesaan yang belum memungkinkan penerapan sistem perpipaan terpusat.
Dari sisi manfaat, sistem ini berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi risiko penyakit berbasis air (water-borne disease), serta melindungi sumber air bersih dari pencemaran.
Keunggulan lainnya adalah efisiensi biaya karena tidak membutuhkan jaringan pipa panjang, ramah lingkungan, serta fleksibel dapat diterapkan secara individual maupun komunal.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), agar fasilitas yang dibangun dapat dikelola dan dirawat secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bikomi Selatan Kristanto Akoit, Pejabat Pembuat Komitmen Petrus Kanisius Kosat, serta Kepala Desa Oelami Yohanes Nino, bersama para tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.
Penulis: Poldus Meomanu/Diskominfotik TTU
Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
