Bupati TTU Resmikan 25 Unit SPALD-S di Desa Oelami, Dorong Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

KEFAMENANU NEWS,– Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, meresmikan sekaligus menyerahkan 25 unit infrastruktur sanitasi berupa Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Selasa (24/2/2026).

Peresmian dan serah terima pekerjaan pembangunan tangki septik individual perdesaan tersebut dipusatkan di Dusun Bioni, Desa Oelami. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pembangunan SPALD-S Tahun Anggaran 2025 yang menyasar minimal 25 kepala keluarga (KK) penerima manfaat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas PUPR TTU Krysogonus Ahoinai, Camat Bikomi Selatan Kristanto Akoit, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Petrus Kanisius Kosat, Kepala Desa Oelami Yohanes Nino, serta tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh perempuan dan tokoh pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Falen Kebo itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas PUPR serta masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tafena Kuan yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan 25 unit tangki septik tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga pembangunan infrastruktur sanitasi ini dapat diselesaikan dan hari ini diserahterimakan untuk dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, bantuan sanitasi sehat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara, khususnya Pemerintah Daerah TTU, dalam menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara, khususnya Pemda TTU bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.

Bupati berharap para penerima manfaat dapat menggunakan dan merawat fasilitas tersebut dengan baik serta menjadikannya momentum untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

Ia menekankan bahwa persoalan kebiasaan buang air besar sembarangan, membuang sampah tidak pada tempatnya, serta rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kesadaran akan kebersihan harus menjadi kesadaran kolektif sehingga tidak merugikan lingkungan, masyarakat dan diri sendiri. Mari kita membiasakan hidup bersih dan sehat dengan membuang hajat pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan,” ajaknya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten TTU untuk terus meningkatkan akses sanitasi dan kesehatan yang layak, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain program Rumah Layak Huni Plus Sanitasi, Pemda TTU akan terus membangun fasilitas MCK sesuai standar kesehatan.

Sepanjang tahun 2025, Pemda TTU tercatat telah membangun kurang lebih 400 unit SPALD-S berupa tangki septik yang tersebar di 16 desa di wilayah TTU. Program tersebut diharapkan terus berlanjut guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kita berharap program ini dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam mewujudkan hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga penerima manfaat, Maria Fransiana Amfotis, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTU atas bantuan yang diterimanya.

Ia mengisahkan bahwa selama kurang lebih sembilan tahun, keluarganya hanya menggunakan satu unit WC darurat yang tidak memenuhi standar kesehatan.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati TTU, Bapak Falen Kebo, karena telah membantu kami melalui program bantuan WC sehat ini. Kami berjanji akan memanfaatkan dan menjaganya dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap program bantuan sanitasi tersebut terus dilanjutkan agar masyarakat lain yang belum memiliki fasilitas WC sehat juga dapat merasakan manfaat yang sama.

Penulis : Poldus Meomanu/Diskominfotik TTU
Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *