Pemkab Timor Tengah Utara Resmikan Gapura dan Taman Santo Antonius

KEFAMENANU NEWS.- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meresmikan gapura Kantor Bupati dan Taman Santo Antonius dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat. Peresmian diawali dengan pemberkatan oleh Pastor Paroki Paroki St. Antonius Padua Sasi, RP. Titus Khian Limngardi, OFMConv

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan gapura tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol identitas daerah, kewibawaan pemerintah, serta wujud keterbukaan bagi seluruh masyarakat.

Gapura ini adalah pintu masuk ke rumah besar bagi kita semua, tempat di mana aspirasi dihargai dan pelayanan publik dijunjung tinggi,” ujar Bupati.

Mengusung semangat Salu Miomaffo, Kuluan Maubes (Sonaf Besi), gapura tersebut dimaknai sebagai representasi rumah bersama yang kokoh dan terbuka. Menurut Bupati, filosofi Sonaf Besi mengandung makna bahwa kantor pemerintahan harus menjadi benteng pertahanan kesejahteraan rakyat sekaligus pusat koordinasi pembangunan yang kuat.

Arsitektur gapura yang menyerupai sepasang sayap membentang disebut membawa pesan transformasi dan kemajuan. Sayap tersebut melambangkan tekad Pemerintah Kabupaten TTU untuk terus bergerak dinamis, melampaui batas, serta mengangkat aspirasi masyarakat menuju taraf hidup yang lebih baik. Meski demikian, kemajuan itu tetap berpijak pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Pastor Paroki Paroki St. Antonius Padua Sasi saat memberkati gapura Kantor Bupati dan Taman Santo Antonius, Sabtu (28/2/2026).

“Sinergi antara ‘sayap yang terbang’ dan ‘rumah bersama’ menegaskan bahwa kemajuan lahir dari kebersamaan yang solid. Kita tidak terbang sendiri-sendiri, melainkan bergerak sebagai satu kesatuan untuk memperkokoh persaudaraan dan fondasi pembangunan di tanah TTU,” jelasnya.

Selain gapura, Pemerintah Kabupaten TTU juga meresmikan penataan Taman Santo Antonius Padua yang berada di area yang sama. Taman tersebut didedikasikan sebagai ruang terbuka hijau yang menghadirkan keseimbangan antara aktivitas kerja dan ketenangan pikiran.

Pemilihan nama Santo Antonius Padua, pelindung Paroki Sasi, dinilai sarat makna moral tentang kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama. Bupati berharap taman itu menjadi ruang refleksi bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk menyegarkan pikiran agar tetap inovatif dan produktif.

Taman ini juga dapat menjadi ruang perjumpaan dan pusat interaksi masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta memperkokoh kebersamaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peresmian tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas dan persatuan dalam menghadapi tantangan pembangunan. Bupati mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah, ASN, dan masyarakat TTU untuk menjaga serta merawat fasilitas tersebut dengan rasa memiliki.

Kebersihan dan keindahan taman ini adalah cerminan budaya kerja kita yang tertib dan disiplin,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki Sasi atas pemberkatan yang dilakukan, seraya berharap keberadaan gapura dan taman tersebut menjadi awal baru dalam meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Penulis : Lius Salu / Kominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana / Kominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *