KEFAMENANU, NEWS – Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Eltari, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (30/5).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Pendamping Menteri Sosial Fatma Saifullah Yusuf, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Suratna, serta para staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial.
Turut hadir pula jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, di antaranya Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini, Direktur Kesejahteraan Rakyat Budi Setiawan, Direktur Sistem Informasi Statistik Joko Parmiyanto, Kepala Biro Umum dan Humas Favten Ari Pujiastuti, serta Kepala BPS Provinsi NTT Maramira B. Kele.
Kegiatan diawali dengan pembahasan pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat. Penggunaan DTSEN dinilai penting untuk memastikan proses seleksi berjalan tepat sasaran, transparan, dan berbasis data yang terintegrasi.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula kondisi kependudukan lanjut usia di NTT. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020 dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, persentase penduduk lanjut usia berusia 60 tahun ke atas meningkat dari 7,04 persen menjadi 9,94 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa NTT mulai memasuki fase menuju struktur penduduk menua (ageing population), dengan 11 kabupaten/kota telah memiliki persentase lansia di atas 10 persen.
Data DTSEN per April 2025 mencatat jumlah lansia di NTT mencapai 627.404 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 71,86 persen berstatus sebagai kepala keluarga, sementara 26,33 persen di antaranya hidup sebatang kara. Kondisi tersebut menggambarkan adanya kerentanan sosial dan ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Paparan juga menunjukkan bahwa lebih dari separuh lansia di NTT masih aktif bekerja. Tercatat sebanyak 316.764 lansia masih menjalankan aktivitas ekonomi, sebagian besar berada di sektor informal, khususnya pertanian. Bahkan, sekitar 78,6 persen lansia pekerja menggantungkan hidup pada sektor pertanian, baik karena kebutuhan ekonomi maupun keterikatan dengan lahan dan usaha keluarga.
Selain itu, sebanyak 18,92 persen lansia di NTT diketahui hidup sendiri tanpa anggota keluarga yang tinggal serumah. Kondisi ini meningkatkan risiko kemiskinan, keterisolasian sosial, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan perlindungan sosial.
Pada kesempatan yang sama, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Sensus tersebut akan menjadi pendataan menyeluruh terhadap pelaku usaha dan rumah tangga di seluruh Indonesia guna melengkapi basis data sosial dan ekonomi nasional.
Masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan SE2026 dengan menerima petugas sensus secara terbuka, memberikan data yang benar, serta memahami bahwa seluruh data yang dihimpun akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebagai penutup, dipaparkan perkembangan pembangunan DTSEN yang mengintegrasikan berbagai sumber data, termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), Registrasi Sosial Ekonomi, Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta data administrasi lainnya. Hingga April 2025, DTSEN telah mencatat sebanyak 285.579.122 individu dan 93.035.340 keluarga di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai pemanfaatan data terpadu dalam perencanaan pembangunan, kondisi demografi lansia di NTT, serta persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung proses pendataan dan penguatan perlindungan sosial sehingga kebijakan yang dihasilkan semakin akurat, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
