KEFAMENANU, NEWS – Pemerintah Desa Teba Timur, Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menetapkan tiga item utama pekerjaan fisik yang akan menjadi prioritas pelaksanaan tahun anggaran 2026.
Penjabat Kepala Desa Teba Timur, Lambertus Taek, S. Sos, menyampaikan bahwa pekerjaan pertama yang menjadi fokus adalah pengadaan lampu jalan (sehen) sebanyak 20 titik. Titik-titik lampu ini akan dipasang mulai dari area Gereja, sepanjang jalan umum hingga menuju kantor Camat Biboki Tanpah.
Menurut Lambertus, pemasangan lampu jalan menjadi prioritas karena daerah tersebut rawan terjadi kasus pencurian hewan ternak, khususnya di sekitar Kantor Camat dan Pasar Oenopu.
“Kita utamakan lampu jalan ini karena rawan pencurian hewan terutama di Kantor Camat Pasar Oenopu. Kasus pencurian hewan di Desa Teba Timur rawan sehingga kita pasang lampu untuk lakukan pencegahan,” ujarnya kepada media, Senin (2/3/2026).
Selain itu, item kedua dari program fisik adalah pekerjaan peningkatan fasilitas kantor desa. Pembangunan ini meliputi pemasangan keramik baru, perbaikan aula, renovasi fasilitas WC, serta pembenahan instalasi listrik di lingkungan kantor desa.
Item ketiga yang menjadi fokus pemerintah desa adalah peningkatan layanan kesehatan dan sosial-pendidikan, termasuk upaya percepatan penanganan masalah stunting, pengembangan PAUD, serta pemberdayaan kader Posyandu. Pekerjaan fisik lainnya adalah penambalan jalan desa yang berlubang, terutama dari Pasar Oenopu ke jalan Translok, melalui penimbunan material untuk memperlancar akses masyarakat.
Program ini dinilai penting untuk memperbaiki kualitas layanan dasar dan mobilitas warga desa, serta mendukung kegiatan ekonomi warga.
Terkait tahun 2027, Lambertus menjelaskan bahwa pemerintah desa akan mulai melaksanakan pembukaan jalan baru dari Sumbu Utama menuju Paroki. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Timor Tengah Utara saat kunjungan kerja di Desa Teba Timur pada tahun 2025.
“Sebenarnya ini tahun kami buka jalan tapi karena dananya dipangkas habis dari Rp1 miliar turun menjadi Rp300 jutaan lebih sehingga kami pelan-pelan mendahulukan lampu jalan. Setelah itu nanti tahun 2027 kami rencanakan untuk jalan dari jalan Sumbu Utama ke Paroki,” katanya.
Pernyataan tersebut turut diamini oleh Sekretaris Desa, Oktovianus Tciompah, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis yang telah direncanakan.
Fokus pembangunan fisik ini selaras dengan prioritas penggunaan dana desa dan rencana kerja pemerintah desa pada tahun 2026, sebagaimana diatur dalam perencanaan pembangunan desa yang mengedepankan pelayanan dasar, peningkatan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat.
Penulis : Lius Salu / Kominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana / Kominfotik TTU
