KEFAMENANU, NEWS – Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Bikomi Nilulat, Rabu (4/3/2026), bertempat di Aula Kantor Camat Bikomi Nilulat. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyusun prioritas pembangunan daerah yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD 2027.
Dalam sambutannya, Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo menekankan bahwa peserta Musrenbang merupakan representasi aspirasi masyarakat Kecamatan Bikomi Nilulat. Ia mengharapkan masukan yang konstruktif, kreatif, dan inovatif agar dapat mempercepat kemajuan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat luas. Forum ini akan menjadi bahan utama untuk pembahasan lanjutan di tingkat kabupaten dan penyempurnaan dokumen RKPD 2027 sebelum ditetapkan.
Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menyelaraskan, mengklarifikasi, dan menyepakati usulan kegiatan prioritas dari pemerintah desa yang diintegrasikan dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Usulan yang dihasilkan dari forum ini akan menjadi rekomendasi prioritas pembangunan di kecamatan yang disesuaikan dengan sasaran dan prioritas pembangunan daerah.

Bupati mengakui bahwa dalam perencanaan dan penganggaran Tahun 2026, belum semua usulan masyarakat dapat diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dikarenakan keterbatasan fiskal dan skala prioritas pembangunan. Oleh karena itu, proses Musrenbang RKPD tetap dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan penting penyelenggaraan pembangunan daerah demi tujuan jangka panjang.
Mengacu pada sasaran dan kebijakan pembangunan daerah Tahun 2027 serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten TTU 2025–2045, Pemerintah Kabupaten TTU mengusung tema RKPD Tahun 2027: “Penguatan Landasan Transformasi Daerah II Menuju TTU Emas”. Tema ini menjadi arah dalam penyusunan prioritas program, termasuk sejumlah tagline pembangunan seperti penguatan ekonomi desa, pengembangan investasi, pendidikan dan kesehatan gratis, ketahanan pangan, pengembangan budaya Atoin Meto, serta kesiapan menghadapi bencana.
Bupati juga mengingatkan tiga hal penting kepada aparatur pemerintah dan masyarakat :
- Etika dan moral aparatur pemerintah. Masih terdapat perilaku tidak sesuai aturan dalam pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga perlu menjadi perhatian agar memberikan contoh baik kepada masyarakat.
- Penggunaan media sosial secara bijak. Media sosial menjadi bagian kehidupan sehari-hari, tetapi ASN diimbau tidak menggunakan waktu kerja ataupun atribut dinas untuk kepentingan pribadi dalam ruang digital.
- Keterkaitan pembangunan daerah dengan program nasional. Pembangunan daerah harus mendukung program pembangunan nasional, termasuk jika terdapat kendala di lapangan agar disampaikan secara berjenjang untuk segera ditindaklanjuti.
Bupati menegaskan perlunya pengawalan dan pelaksanaan program prioritas seperti Tulus (Bantuan Duka Untuk Keluarga Miskin) dan Bantuan Sosial, serta program Rumah Layak Huni Plus Sanitasi, yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Saya mengucapkan selamat bermusyawarah. Semoga forum ini berjalan baik dan menghasilkan rencana kegiatan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat,” ujar Bupati menutup sambutannya.
Penulis : Lius Salu , Agus Lake / Kominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana / Kominfotik TTU
