KEFAMENANU, NEWS – Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Noemuti Timur. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Kamillus menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Ia mengaku menemukan beberapa ruas jalan yang mengalami longsor saat melintas menuju lokasi kegiatan. Karena itu, ia meminta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pendataan serta penanganan secara bertahap terhadap ruas jalan yang terdampak.
Menurutnya, akses jalan tersebut sangat penting karena menjadi jalur utama masyarakat menuju wilayah Haekto.
“Karena itu satu-satunya akses ke Haekto, kecuali melalui Oeprigi, tetapi di sana juga ada ruas jalan yang longsor. Semua harus diinventarisir sehingga bisa diurutkan untuk dituntaskan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun pada tahun 2025 hingga 2026 pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, namun perbaikan infrastruktur dasar tetap harus menjadi perhatian agar tidak menghambat aktivitas masyarakat.Selain membahas infrastruktur, Wabup Kamillus juga mengajak masyarakat untuk mulai membudayakan kegiatan menanam, khususnya tanaman sirih dan pinang yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Ia menilai, kebutuhan sirih pinang di daerah ini sangat tinggi, namun ironisnya sebagian besar masih dipasok dari luar daerah.
“Jangan sampai ini menjadi kearifan lokal tetapi kita justru harus membeli dari luar. Sirih pinang adalah warisan turun-temurun, sehingga kita harus mulai menanam,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa nilai belanja pinang di NTT mencapai angka yang sangat besar setiap tahun, bahkan sebagian di antaranya berasal dari Provinsi Jambi yang justru tidak mengonsumsi pinang secara luas.
“Mereka menanam tetapi tidak konsumsi, sementara kita adalah pasar besar. Rata-rata masyarakat TTU mengonsumsi sirih pinang, tetapi anehnya kita tidak menanam. Kita terlalu lengah dan tidak berpikir untuk memenuhi kebutuhan sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wabup juga mendorong dunia pendidikan untuk terlibat dalam gerakan menanam melalui program “Satu Siswa Satu Pohon.” Ia meminta para kepala sekolah SD, SMP hingga SMA/SMK di Kecamatan Noemuti Timur untuk menggerakkan program tersebut.
Menurutnya, berbagai jenis tanaman produktif dapat ditanam oleh para siswa seperti pinang, nangka, pisang, mente, hingga jeruk.
“Anak-anak sekarang hidup di era digital. Mereka banyak tahu dari media sosial, tetapi tidak tahu proses. Mereka hanya tahu buah sudah ada di meja. Karena itu program satu siswa satu pohon ini penting agar mereka belajar tentang proses kehidupan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa menanam juga mengajarkan nilai tanggung jawab dan kesabaran, karena tanaman yang dirawat dengan baik akan bertumbuh dan menghasilkan buah.
“Hidup kita seperti tanaman yang kita tanam. Dia bertumbuh dan berbuah tergantung bagaimana kita merawatnya. Karena itu anak-anak harus mulai dibiasakan menanam sejak kelas satu SD, sehingga sebelum tamat mereka sudah bisa memetik hasilnya,” pungkasnya.
Di akhir sambutannya, Wabup Kamillus juga mengungkapkan bahwa dirinya belum lama ini melakukan penanaman pohon matoa secara simbolis di Kecamatan Mutis, dan berkomitmen untuk terus melakukan gerakan menanam di berbagai kesempatan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
