KEFAMENANU NEWS,- Asisten I Setda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Kristoforus Ukat, M.M, menghadiri kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Senin (30/3/2026).
Jembatan Garuda merupakan jembatan gantung dengan panjang 80 meter yang ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari atau satu bulan.

Kegiatan yang berlangsung di tepi Sungai Noemuti sejak pukul 09.00 WITA tersebut turut dihadiri Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., Camat Noemuti, Marianas Lopis,S.Pt, Kepala Desa Kiuola, perwakilan Polres TTU, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA.
Groundbreaking Serentak Terhubung Zoom Kodam IX/Udayana
Acara diawali dengan peletakan batu pertama, kemudian dilanjutkan dengan zoom meeting bersama jajaran Kodam IX/Udayana dalam rangka groundbreaking serentak yang dipusatkan di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

TTU Dapat Satu dari 13 Jembatan di Wilayah Korem 161/WS
Dari total 24 jembatan gantung bantuan di wilayah Kodam IX/Udayana, Korem 161/Wirasakti Kupang memperoleh 13 unit yang tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi NTT, termasuk satu unit untuk Kabupaten TTU.

Pembagian Tali Asih oleh Kodim 1618/TTU
Usai kegiatan, dilaksanakan pembagian tali asih dari Kodim 1618/TTU kepada masyarakat Desa Kiuola serta para pelajar, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Danrem: Pembangunan Ditargetkan Selesai 30 Hari
Dalam wawancara usai kegiatan, Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dilakukan secara serentak dengan target penyelesaian selama 30 hari.

“Kita mendapat 13 jembatan. TTU satu, Belu dua, Ende dua, Sumba Timur dua, dan Sikka satu. Semoga jembatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Akses Ekonomi dan Pendidikan Akan Lancar
Sementara itu, Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae, menyampaikan bahwa jembatan tersebut akan menghubungkan Dusun I dengan Dusun II dan III, serta dimanfaatkan oleh masyarakat dari Desa Banfanu, Seon, dan Noebaun yang memiliki lahan persawahan di wilayah Kiuola.
Menurutnya, kehadiran jembatan ini akan memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.

“Sebelumnya, saat banjir, anak-anak kesulitan ke sekolah dan aktivitas ekonomi bisa lumpuh total,” jelasnya.
Harapan dan Ucapan Terima Kasih Masyarakat
Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat telah lama menantikan pembangunan jembatan tersebut sejak Indonesia merdeka.

“Atas nama masyarakat Desa Kiuola, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Kasad TNI AD, Pangdam IX/Udayana, Danrem 161/Wirasakti Kupang, serta Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati TTU,” ungkapnya.
Dukung Akses Pendidikan Pelajar
Hal senada disampaikan Kepala Dusun I Desa Kiuola, Athanasius Fallo, yang menilai jembatan ini akan sangat membantu para pelajar, terutama saat banjir di musim hujan.

“Di Dusun II dan III terdapat SD, sementara di Dusun I ada SMP St. Yosep Noemuti, SMA St. Gabriel Noemuti, dan SMAN 1 Noemuti,” pungkasnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan para pelajar yang hadir atas pembangunan jembatan yang dinilai sangat membantu akses pendidikan mereka.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
