KEFAMENANU, NEWS – Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Elisabeth Sulistyowati Endang, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Modeling Kebun Pangan Lokal Perempuan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) dan dibuka langsung oleh Wakil Menteri PPPA RI, Veronika Tan.
Dalam arahannya, Veronika Tan menekankan pentingnya kebijakan pemberdayaan perempuan sebagai bagian strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, perempuan memiliki peran kunci dalam pengelolaan sumber daya pangan berbasis keluarga dan komunitas.
Menanggapi hal tersebut, Elisabeth Sulistyowati Endang menjelaskan bahwa terdapat sejumlah poin penting yang dibahas dalam rakor tersebut. Salah satunya adalah dorongan kepada setiap kabupaten untuk menyiapkan lahan strategis yang akan dikelola oleh perempuan melalui program KemenPPPA RI yang dikenal dengan nama “MABU” (Mama Bumi).
Selain itu, pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah menetapkan lima titik lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dijadikan lahan pertanian. Dalam waktu dekat, tim kementerian akan melakukan survei lapangan guna memastikan kesiapan lokasi tersebut.
Tidak hanya itu, setiap kabupaten juga diminta untuk menyusun daftar potensi sumber daya alam di masing-masing desa, baik berupa hasil bumi, kekayaan alam, maupun potensi destinasi wisata. Data tersebut nantinya akan melalui proses kurasi di tingkat provinsi sebagai bagian dari pengembangan program.
Program Kebun Pangan Lokal Perempuan sendiri merupakan pendekatan terpadu yang menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan. Program ini juga menjadi pintu masuk dalam mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan kesehatan keluarga, serta perlindungan anak.
Dengan mengusung semangat “Kebun Pangan Perempuan : Perempuan Menanam, Kehidupan Tumbuh”, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam rakor ini, Pemerintah Kabupaten TTU diharapkan dapat segera menindaklanjuti berbagai arahan yang telah disampaikan, termasuk menyiapkan lahan potensial, memperkuat peran perempuan, serta membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
