KEFAMENANU, NEWS – Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Drs. Kristoforus Ukat, mewakili Wakil Bupati TTU, secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Insana, Selasa (14/4), dengan melibatkan pemerintah desa dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten TTU.
Dalam sambutan Wakil Bupati TTU yang dibacakan oleh Asisten I, disampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten TTU sebagai penggagas program Desa Cantik serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Pemerintah daerah menilai sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan BPS menjadi kunci utama keberhasilan implementasi program ini.
Program Desa Cantik disebut sebagai langkah strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik melalui pemanfaatan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah perkembangan era digital, data tidak lagi sekadar angka, tetapi menjadi landasan utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.
“Melalui program Desa Cantik ini, desa didorong untuk mampu mengelola data secara mandiri, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga pemanfaatannya bagi pembangunan. Data yang berkualitas akan membantu mengidentifikasi potensi, memahami persoalan, serta merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” demikian kutipan sambutan Wakil Bupati.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen bersama, khususnya pemerintah desa sebagai garda terdepan. Kepala desa bersama perangkatnya diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya sadar statistik di tengah masyarakat.Selain itu, keterlibatan masyarakat, kader, serta seluruh elemen desa dinilai penting dalam menciptakan data yang partisipatif dan akurat.
Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desa, khususnya dalam hal literasi data dan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga desa dapat menjadi subjek pembangunan yang mandiri.
Melalui pencanangan Desa Cantik Tahun 2026, pemerintah berharap lahir desa-desa yang unggul dalam pengelolaan data, transparan dalam tata pemerintahan, serta mampu menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Seluruh masyarakat diharapkan terus meningkatkan pemahaman terhadap data dan memanfaatkan statistik dalam perencanaan pembangunan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Insana, Yustinus Binsasi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah melakukan koordinasi dengan BPS Kabupaten TTU sebelum pelaksanaan kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Insana memiliki 16 desa dan satu kelurahan, namun pada tahap awal ini hanya tiga desa yang dilibatkan untuk mengikuti program tersebut.
“Kegiatan ini sangat penting karena mendorong desa melakukan pendataan secara mandiri. Tim dari BPS juga akan turun langsung dan berkolaborasi dengan desa untuk menghasilkan data yang akurat,” ujarnya.
Ia berharap melalui kolaborasi tersebut, pengelolaan data di desa dapat semakin baik dan mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
