Siswa SMKN 1 Kefamenanu Wakili NTT Ikut Residensi Seni Internasional di Venesia

KEFAMENANU, NEWS – Prestasi membanggakan datang dari SMK Negeri 1 Kefamenanu. Seorang siswa, Valerio Vidigal Oki, terpilih mengikuti program residensi seni internasional dalam ajang Biennale Arte 2026 di Venesia, Italia.

Program residensi tersebut berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 11 April hingga 11 Mei 2026, bertempat di Scuola Internazionale di Grafica, Venesia. Valerio menjadi perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.

Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, bekerja sama dengan sejumlah yayasan untuk menjaring talenta seni dari berbagai pelosok tanah air.

Foto : Valerio Vidigal Oki, Siswa SMK Negeri 1 Kefamenanu.

Kepala SMKN 1 Kefamenanu, Petrus Olin, S.Pd, menjelaskan bahwa informasi mengenai program tersebut tidak dibuka secara luas kepada publik, melainkan melalui proses penjaringan terbatas bagi anak-anak yang dinilai memiliki bakat alami di bidang seni.

“Informasi program ini sangat terbatas. Kementerian mencari anak-anak dari pelosok yang memiliki potensi dan bakat alami,” ujar Petrus, Kamis (16/4/2026).

Ia mengungkapkan, awal mula keterlibatan Valerio berangkat dari informasi yang diperoleh Pastor Paroki Bakitolas, kampung asal Valerio. Pastor tersebut melihat bakat melukis yang dimiliki Valerio, kemudian menghubungkannya dengan sebuah yayasan yang tengah melakukan seleksi seniman muda.

Dalam proses seleksi, Valerio diminta membuat video saat melukis. Ia menampilkan tiga karya, yakni lukisan seekor anjing, potret seorang nenek, serta lukisan wajah Presiden Joko Widodo. Video tersebut kemudian dikirim ke Kementerian sebagai bahan penilaian.

Dari tujuh peserta asal NTT yang mengikuti seleksi, Valerio—yang akrab disapa Am Kono—berhasil terpilih mewakili daerahnya.

Pihak sekolah sendiri, lanjut Petrus, baru mengetahui keterlibatan Valerio setelah menerima surat resmi dari Kementerian Kebudayaan terkait permohonan izin mengikuti program di Italia.

“Setelah ada surat dari kementerian, barulah kami mengetahui bahwa Valerio secara mandiri mencari informasi hingga akhirnya terpilih mewakili NTT bahkan Indonesia,” jelasnya.

Dalam program tersebut, terdapat tujuh peserta dari Indonesia yang diberangkatkan ke Venesia, dan Valerio menjadi satu-satunya perwakilan dari NTT, tepatnya dari Desa Bakitolas, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Seluruh biaya keberangkatan dan partisipasi, termasuk pengurusan paspor dan visa, ditanggung oleh Kementerian Kebudayaan. Bahkan, orang tua Valerio difasilitasi tiket untuk mendampingi proses pengurusan dokumen di Jakarta.

Petrus juga mengakui bahwa pihak sekolah sebelumnya tidak menyadari potensi besar yang dimiliki Valerio di bidang seni lukis. Selama ini, Valerio dikenal sebagai siswa yang kurang aktif secara akademik.

“Kami hanya melihat dari sisi akademik, bahkan ia sering terlihat kurang bersemangat ke sekolah. Namun ternyata ia memiliki potensi luar biasa di bidang seni,” ungkapnya.

Foto : Valerio Vidigal Oki, Siswa SMK Negeri 1 Kefamenanu didampingi oleh Kepala SMK Negeri 1 Kefamenanu berfoto bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Menurutnya, pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi para guru untuk lebih memperhatikan potensi non-akademik siswa.

Petrus bersama seluruh tenaga pendidik mengaku bangga atas pencapaian Valerio yang dinilai mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat internasional.

Ia berharap, prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Apapun potensi yang dimiliki siswa harus terus diasah dan dikembangkan. Sekolah siap memfasilitasi agar potensi itu bisa muncul dan menjadi bekal masa depan,” pungkasnya.

Program residensi ini merupakan agenda tahunan yang diperuntukkan bagi seniman muda. Ke depan, peserta yang telah berpengalaman akan berkesempatan mengikuti program lebih panjang hingga enam bulan, dengan hasil karya yang akan dipamerkan di Paviliun Indonesia di Venesia.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *