KEFAMENANU, NEWS– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mendorong peningkatan kualitas literasi dan pengelolaan perpustakaan melalui kegiatan Sosialisasi Advokasi dan Akreditasi Perpustakaan Desa dan Sekolah se-Kabupaten TTU Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU itu secara resmi dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda TTU, Wilhelmus Meko, ST., MT., mewakili Wakil Bupati TTU, Kamis (7/5/2026), di Aula Ruang Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Akreditasi Sebagai Pilar Peningkatan Mutu Layanan Perpustakaan” dan diikuti para pustakawan tingkat SD, SMP, SMA, pengelola perpustakaan desa, serta perpustakaan umum di Kabupaten TTU.
Dalam sambutan Wakil Bupati TTU yang dibacakan Wilhelmus Meko, Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU atas penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat budaya literasi masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar, pusat informasi, dan ruang pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi merupakan pusat sumber belajar, pusat informasi, serta wahana pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya literasi masyarakat,” ujar Wilhelmus Meko saat membacakan sambutan Wakil Bupati TTU.
Ia menjelaskan, di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi saat ini, kemampuan literasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, perpustakaan dituntut mampu berkembang menjadi ruang belajar yang aktif, inovatif, serta mudah diakses masyarakat.
Wilhelmus juga menegaskan bahwa akreditasi perpustakaan merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas layanan perpustakaan, baik di sekolah maupun di desa.
Menurutnya, akreditasi tidak hanya dipandang sebagai penilaian administratif semata, melainkan proses berkelanjutan untuk memastikan perpustakaan dikelola secara profesional, memiliki koleksi yang memadai, sarana dan prasarana yang layak, serta didukung tenaga pengelola yang kompeten.

“Akreditasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, serta pengembangan budaya literasi di lingkungan sekolah maupun desa,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi tersebut, para pengelola perpustakaan dapat memahami pentingnya proses akreditasi sekaligus mampu meningkatkan mutu layanan perpustakaan agar lebih efektif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Chrismiljanto P. Rato Pira, S.S. dan Aprianus Langgar, S.S., yang memberikan materi terkait standar pengelolaan perpustakaan dan tahapan akreditasi sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Pemerintah Kabupaten TTU berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun perpustakaan yang berkualitas dan mampu mendukung peningkatan budaya baca serta literasi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
