KEFAMENANU, NEWS – Imam Masjid Jami Al-Muhajirin Kefamenanu, Kiai Haji Muhammad Ismail Jazuli, mewakili pengurus masjid serta umat Muslim yang beribadah di masjid tersebut, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) atas perhatian dan kepedulian melalui penyerahan bantuan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.
Ucapan tersebut disampaikan Kiai Ismail usai kegiatan penyerahan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten TTU, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.
“Ini merupakan perhatian yang sangat luar biasa bagi umat dan jamaah Masjid Jami Al-Muhajirin. Artinya, pemerintah tidak membeda-bedakan suku, agama, dan sebagainya. Atas nama jamaah dan umat Muslim, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia berharap amanah yang telah diberikan pemerintah kepada panitia kurban dapat disalurkan dengan baik kepada masyarakat yang berhak menerima serta menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan.
“Kami berharap bantuan ini dapat disalurkan dengan baik dan menjadi amal jariyah, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun Kabupaten Timor Tengah Utara agar semakin lancar dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Kiai Ismail juga menyampaikan bahwa bantuan hewan kurban dari pemerintah nantinya akan diumumkan kepada jamaah sebelum pelaksanaan Salat Idul Adha.
Di sisi lain, ia mengungkapkan jumlah hewan kurban yang terkumpul tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlahnya cukup jauh berbeda dengan tahun lalu. Saat ini sapi yang masuk sekitar tujuh ekor dan kambing 18 ekor. Sementara tahun lalu kambing mencapai 97 ekor dan sapi sekitar 24 hingga 25 ekor,” katanya.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang semakin menantang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya partisipasi masyarakat dalam menyumbangkan hewan kurban tahun ini.
“Ini mungkin dampak kondisi ekonomi yang semakin sulit sehingga masyarakat belum memiliki rezeki lebih untuk berkurban,” tutupnya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
