KEFAMENANU, NEWS – Inovasi pelayanan kesehatan “Beta Simpati Bantu Konjak” yang dikembangkan Puskesmas Bitefa, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), berhasil meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten TTU. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, pada sela-sela Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Kantor Bupati TTU, Senin (1/6/2026).
Kepala Puskesmas Bitefa sekaligus inovator program, Lonny Ulan, mengatakan bahwa “Beta Simpati Bantu Konjak” merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang berfokus pada layanan jemput dan antar pasien, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat keterbatasan transportasi dan kondisi geografis.
Menurut Lonny, program tersebut telah berjalan selama hampir dua tahun. Pada awalnya, layanan ini diperuntukkan bagi ibu hamil dan kasus kegawatdaruratan. Namun sejak tahun 2025, cakupan pelayanan diperluas untuk membantu masyarakat kurang mampu, terutama lansia dan penderita penyakit kronis yang mengalami kendala transportasi menuju Puskesmas.
“Wilayah kerja Puskesmas Bitefa memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Banyak masyarakat, terutama lansia dengan penyakit kronis seperti asma dan penyakit jantung, kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan karena keterbatasan sarana transportasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program didukung oleh armada ambulans dan kendaraan Puskesmas Keliling yang dioperasikan oleh satu tim terpadu. Tim tersebut terdiri atas tenaga kesehatan di Puskesmas Bitefa, tenaga kesehatan yang bertugas di lima desa wilayah kerja, aparat desa, serta kader Posyandu.
Masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, baik untuk berobat, konsultasi medis, maupun ibu yang hendak melahirkan, dapat menghubungi kader Posyandu, aparat desa, atau petugas kesehatan di Pustu dan Polindes. Selanjutnya, informasi diteruskan ke pusat layanan (call center) Puskesmas Bitefa yang siap melayani selama 24 jam.
“Melalui inovasi ini, kami mampu membantu masyarakat secara lebih cepat, terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu serta menangani pasien berisiko tinggi, termasuk lansia yang tidak memiliki akses transportasi memadai,” kata Lonny.
Ia menambahkan, nama “Beta Simpati Bantu Konjak” memiliki makna khusus. Program ini melayani wilayah Desa Bitefa, Kaenbaun, Tuntun, Bokon, dan Jak. Sementara istilah “Konjak” diambil dari profesi pendamping penumpang yang bertugas membantu dan mengantar penumpang hingga tujuan.
“Konjak menjadi simbol peran petugas kesehatan Puskesmas Bitefa yang tidak hanya mengobati, tetapi juga mendampingi pasien sejak dijemput dari rumah hingga mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Lonny berharap inovasi tersebut dapat direplikasi oleh puskesmas lain di Kabupaten TTU. Menurutnya, program serupa sangat relevan diterapkan di wilayah yang memiliki kendala geografis dan akses transportasi yang terbatas.
“Masyarakat saat ini memang sudah terbantu dengan program berobat gratis. Namun, jika akses transportasi tidak tersedia, mereka tetap kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Melalui layanan jemput dan antar pasien, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara lebih mudah,” ungkapnya.
Ia menilai penghargaan yang diberikan pemerintah daerah menjadi motivasi bagi Puskesmas Bitefa untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Lonny juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten TTU, khususnya Bupati dan Wakil Bupati TTU, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan inovasi daerah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapperida, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada Puskesmas Bitefa. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
