Camat Bikomi Tengah Gagas Gerakan Gong Bintang Timor, Perkuat Kolaborasi dan Gotong Royong

KEFAMENANU NEWS,– Camat Bikomi Tengah, Antonius Tusala Seran, S.P., menggagas Gerakan Gong Bintang Timor sebagai gerakan kolaboratif yang menyatukan pemerintah, Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun Kecamatan Bikomi Tengah.

Gerakan ini menjadi langkah awal kepemimpinannya setelah resmi dilantik sebagai Camat Bikomi Tengah dan selaras dengan visi, misi, serta arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam RPJMD 2025–2029.

Gerakan tersebut bukan merupakan program yang membebani anggaran daerah, melainkan gerakan gotong royong yang bertumpu pada semangat kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan budaya lokal.

Awali Tugas dengan Membangun Sinergi

Antonius Tusala Seran bersama Sekretaris Kecamatan Bikomi Tengah, Maria Agnes Talan, S.Pd., dilantik pada Rabu, 24 Juni 2026, di Kantor Bupati Sementara TTU, Oemenu, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Sebelum dipercaya memimpin Kecamatan Bikomi Tengah, Antonius menjabat sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten TTU. Sementara Maria Agnes Talan sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU.

Setelah mulai berkantor pada Senin, 29 Juni 2026, keduanya langsung melakukan serah terima aset dan rapat internal sebagai langkah awal memperkuat koordinasi. Selanjutnya dilakukan pertemuan bersama Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah desa guna membangun sinergi dan kolaborasi dalam mendorong kemajuan Kecamatan Bikomi Tengah.

Memulai Kepemimpinan dengan Penghormatan Adat

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Atoin Meto, Antonius memulai tugasnya dengan meminta izin secara adat kepada masyarakat setempat.

Ia bersama Sekretaris Kecamatan dijemput secara adat oleh para tua adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, Forkopimcam, unsur TNI-Polri, Puskesmas, dan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Antonius, langkah tersebut merupakan implementasi nilai yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten TTU, yakni menghormati adat dan budaya di mana pun mengabdi serta menjadikan kolaborasi sebagai fondasi utama pembangunan.

Makna Gerakan Gong Bintang Timor

Dari hasil kesepakatan bersama seluruh unsur kecamatan lahirlah Gerakan Gong Bintang Timor. GONG berarti Gerakan Orang, Bintang merupakan singkatan dari Bikomi Tengah, sedangkan TIMOR merupakan akronim dari Tertib, Inovatif, Makmur, Optimis, dan Ramah.

Gerakan ini dimaknai sebagai Gerakan Orang Bikomi Tengah untuk mewujudkan masyarakat yang tertib, inovatif, makmur, optimis, dan ramah melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.

Sebagai implementasi awal Gerakan Gong Bintang Timor, Pemerintah Kecamatan Bikomi Tengah menyiapkan tiga gerakan prioritas yang akan dilaksanakan bersama seluruh pemangku kepentingan. Melatih Harum (Memanfaatkan Lahan Sekitar Halaman Rumah). Gerakan ini mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, tomat, sayuran, dan tanaman produktif lainnya guna meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurut Antonius, sudah saatnya petani mampu memenuhi kebutuhan pangan dari pekarangan sendiri.

Selanjutnya, GERTAK (Gerakan Tanam Kelor). Gerakan ini bertujuan mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan tanaman kelor yang dikenal memiliki kandungan gizi tinggi.

Selain itu, tanaman kelor juga didorong menjadi pagar hidup menggantikan pagar kayu dan bambu yang selama ini banyak digunakan menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi penebangan pohon sekaligus memperkuat penghijauan.

Sebagai contoh, Kantor Camat Bikomi Tengah akan menjadi lokasi percontohan sebelum diterapkan di sekolah, kantor pemerintah, hingga masyarakat desa.

SERBU (Semua Rakyat Tanam Bambu)Gerakan ini mendorong masyarakat menanam bambu sebagai upaya konservasi lingkungan, mencegah erosi di wilayah berbukit, sekaligus membuka peluang ekonomi karena bambu memiliki nilai manfaat yang tinggi.

Dimulai dari Kantor Pemerintah dan Sekolah

Antonius menegaskan seluruh gerakan akan diawali dari lingkungan Kantor Camat Bikomi Tengah, sekolah, fasilitas pemerintah, hingga selanjutnya dikembangkan ke desa-desa.Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut mengambil bagian sehingga Gerakan Gong Bintang Timor benar-benar menjadi gerakan bersama dalam membangun Kecamatan Bikomi Tengah.

Sekcam: Gerakan Selaras dengan RPJMD TTU

Sekretaris Kecamatan Bikomi Tengah, Maria Agnes Talan, S.Pd., menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Gong Bintang Timor yang dinilainya sebagai gagasan inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga pelestarian lingkungan, pendidikan karakter, literasi, budaya tanam sejak dini, serta penguatan nilai-nilai budaya Atoin Meto.

Ia menambahkan, Gerakan Gong Bintang Timor merupakan implementasi berbagai arah kebijakan Pemerintah Kabupaten TTU, termasuk RPJMD Kabupaten TTU Tahun 2025–2029, Instruksi Bupati TTU Nomor 54 Tahun 2025 tentang Akselerasi Peningkatan Literasi, Numerasi, dan Pembentukan Karakter Peserta Didik, serta Peraturan Gubernur NTT Nomor 27 tentang Gerakan Meja Belajar.

Melalui sinergi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat, Gerakan Gong Bintang Timor diharapkan menjadi gerakan kolaboratif yang mampu mendorong pembangunan Bikomi Tengah yang lebih maju, mandiri, berbudaya, dan berkelanjutan.

Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *