Bupati TTU Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Putus Mata Rantai Korupsi Melalui Budaya Integritas

KEFAMENANUNEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai korupsi dengan membangun budaya integritas yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi kegiatan Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tingkat Kabupaten TTU di Aula Bale Biinmafo, Kamis (23/7/2026).

Bupati Falent menyampaikan kehadiran KPK, menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran seluruh masyarakat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral, budaya, dan cara berpikir. Karena itu, upaya pemberantasannya tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus dibarengi dengan pendidikan, pencegahan, dan pembentukan karakter yang berintegritas sejak dini,” tegas Bupati.

Ia menilai Roadshow JNBA merupakan gerakan strategis karena mengajak masyarakat membangun budaya antikorupsi melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keberanian menolak penyalahgunaan kewenangan dan gratifikasi merupakan fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih.

Bupati mengingatkan bahwa praktik korupsi besar selalu berawal dari pembiaran terhadap penyimpangan kecil yang dianggap sebagai hal biasa.

“Korupsi tidak selalu dimulai dari angka miliaran rupiah, tetapi dimulai dari lunturnya integritas dan hilangnya kejujuran dalam hal-hal kecil. Jika yang kecil saja kita toleransi, maka yang besar hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara, kepala desa, tenaga pendidik, pelajar, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha, hingga seluruh warga Kabupaten TTU untuk menghentikan budaya permisif terhadap segala bentuk penyimpangan.

Menurut Bupati, membangun budaya antikorupsi harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan kerja, dan kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab harus terus dibiasakan hingga menjadi karakter yang melekat dalam setiap individu.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten TTU berkomitmen membangun pelayanan publik yang bersih, transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pelayanan publik, katanya, merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melayani rakyat sehingga setiap aparatur harus menjadikan integritas sebagai nilai utama dalam menjalankan tugas.

“Integritas bukan slogan yang dipasang di dinding kantor, melainkan komitmen yang tercermin dalam setiap keputusan, setiap tindakan, dan setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Menurutnya, pemerintahan yang bersih hanya dapat terwujud apabila masyarakat turut berpartisipasi mengawal penggunaan anggaran dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyoroti kampanye JNBA bertajuk “Biasakan yang Benar, Jangan Benarkan yang Biasa” sebagai pesan moral yang harus menjadi pedoman bersama.

Menurutnya, banyak praktik yang keliru dianggap lumrah hanya karena telah berlangsung lama. Padahal, sesuatu yang biasa belum tentu benar. Sebaliknya, sesuatu yang benar harus terus dibiasakan hingga menjadi budaya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Roadshow JNBA di Kabupaten TTU dimanfaatkan sebagai ruang belajar, ruang berdiskusi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang bebas dari korupsi.

Bupati juga berharap lahirnya jejaring Jaga Integritas yang mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi di Kabupaten TTU.

Menutup sambutannya, Bupati Yosep menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten TTU menjadi bagian dari gerakan nasional pemberantasan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan sistem pengawasan, pelayanan publik yang berkualitas, serta pembangunan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.

“Semoga Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat budaya integritas di Kabupaten Timor Tengah Utara, sehingga kita dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih, masyarakat yang berintegritas, dan daerah yang semakin maju, sejahtera, serta berdaya saing,” pungkasnya.

Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *