Tim Pokja Bunda PAUD TTU Monitoring Pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di TK Dharma Wanita Oelolok

KEFAMENANU, NEWS – Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, bersama Tim Pokja Bunda PAUD melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 di TK Dharma Wanita Oelolok, Kecamatan Insana, Senin (27/7/2026).

Ketua Tim Pokja Bunda PAUD TTU, Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, mengatakan kegiatan monitoring bertujuan memastikan pelaksanaan program MPLS Ramah 2026 berjalan sesuai dengan ketentuan.

“Kami ingin memastikan program MPLS Ramah 2026 dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pokja berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai pelaksanaan MPLS, termasuk pengisian Instrumen Sosial Emosi dan Konsentrasi Anak serta pendaftaran Cek Kesehatan Gratis melalui tautan yang telah disediakan.

Elisabeth berharap koordinasi pelaksanaan MPLS Ramah 2026 terus berjalan efektif melalui grup WhatsApp para guru sehingga seluruh tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Harapan kami, koordinasi pelaksanaan MPLS Ramah 2026 tetap dapat tersampaikan kepada guru yang bertugas melalui grup WhatsApp sehingga program berjalan dengan lancar,” katanya.

Hasil monitoring menunjukkan masih diperlukan pendampingan dalam pelaksanaan program, terutama dalam penyampaian informasi kepada orang tua mengenai pengisian dua tautan yang wajib diisi.

Untuk mempercepat proses tersebut, Tim Pokja membantu membentuk grup WhatsApp orang tua agar pengisian Instrumen Sosial Emosi dan Konsentrasi Anak serta pendaftaran Cek Kesehatan Gratis dapat segera diselesaikan.

Elisabeth menjelaskan bahwa orang tua hanya perlu mengisi instrumen sesuai kondisi anak yang sebenarnya.

“Misalnya pada pertanyaan ‘Anak melamun’, orang tua cukup memilih salah satu jawaban, yakni tidak pernah, kadang-kadang, atau sering. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar bagi sekolah dalam mengenali kebutuhan setiap anak sehingga layanan dan pendampingan yang diberikan dapat semakin tepat sasaran,” jelasnya.

Selain memantau pelaksanaan MPLS, Tim Pokja Bunda PAUD juga berdialog dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa terkait kelengkapan administrasi peserta didik.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa pada tahun ajaran sebelumnya baru 12 anak yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sementara 37 anak lainnya belum terdata karena dokumen kependudukan belum lengkap.

Untuk itu, Tim Pokja mendorong terjalinnya kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mempercepat pengurusan dokumen kependudukan bagi anak-anak.

“Kami berharap seluruh anak yang bersekolah dapat tercatat dalam Dapodik sehingga sekolah memperoleh dana bantuan sesuai ketentuan. Dengan demikian, kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak juga dapat terus meningkat,” pungkasnya.

Mengakhiri kegiatan monitoring, Ketua dan Tim Pokja Bunda PAUD TTU melakukan penanaman pohon alpukat dan rambutan di lingkungan sekolah sebagai simbol harapan agar tumbuh kembang anak sejalan dengan semakin meningkatnya kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten TTU.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *