Pokja Bunda PAUD TTU Monitoring Pasca MPLS, Perkuat Administrasi dan Edukasi Perlindungan Anak

KEFAMENANU, NEWS – Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Elisabeth Endang Sulistiowati, bersama Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU melakukan monitoring pasca-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus pendampingan percepatan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) insentif guru PAUD di TK Dharma Wanita Lurasik, Kecamatan Biboki Utara, Rabu (5/8/2026).

Elisabeth mengatakan hasil monitoring menunjukkan masih diperlukan pendampingan, terutama dalam pengelolaan data, pemanfaatan sistem digital, serta dukungan sarana dan prasarana.

“Sebagai tindak lanjut, Tim Pokja Bunda PAUD akan memberikan pendampingan untuk memperkuat administrasi yang dibutuhkan oleh sekolah,” katanya kepada wartawan, Kamis (6/8).

Aksi penanaman pohon secara simbolis, Selasa (4/8/2026).

Selain melakukan pemantauan administrasi, tim juga memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai perlindungan diri, khususnya tentang bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.

“Melalui kegiatan ini kami berharap terjalin kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, tertib administrasi, serta pemenuhan hak-hak anak secara optimal,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/8), Tim Pokja Bunda PAUD juga melakukan monitoring MPLS Ramah 2026 di TK Cilinea Eban, Kecamatan Miomaffo Barat.

Monitoring di sekolah tersebut difokuskan pada pelaksanaan pembelajaran, ketertiban administrasi, serta percepatan penyelesaian LPJ insentif guru PAUD. Secara umum, proses pembelajaran dan administrasi sekolah berjalan dengan baik.

Namun, Elisabeth mengungkapkan masih terdapat kendala berupa jaringan internet yang kurang stabil akibat kondisi geografis, sehingga menghambat pengisian tautan instrumen yang harus diisi oleh orang tua.

Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten TTU dan jajaran berfoto bersama pengelola dan siswa/i TK Cilinea Eban, Selasa (4/8/2026).

Dalam kunjungan itu, tim juga berinteraksi dengan peserta didik melalui edukasi mengenai pentingnya menjaga anggota tubuh dan memahami batasan tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.

“Anak-anak juga kami ajak mempraktikkan enam kebiasaan anak sehat, salah satunya mencuci tangan menggunakan sabun sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan sejak dini,” katanya.

Menurut Elisabeth, anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Suasana belajar yang menyenangkan dinilai menjadi cara efektif dalam menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini.

Sebagai penutup kegiatan, tim bersama pihak sekolah menanam bibit pohon alpukat dan rambutan di halaman TK Cilinea Eban sebagai bentuk edukasi kepedulian terhadap lingkungan.

“Penanaman ini diharapkan menjadi pembelajaran langsung bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan,” kata Elisabeth.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *