BPBD TTU Bergerak Cepat Tangani Longsor Putus Akses di Noemuti Timur

KEFAMENANU NEWS,- Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Minggu (22/2/2026) menyebabkan terjadinya longsor di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur. Bencana tersebut mengakibatkan akses jalan utama menuju kecamatan terputus total serta mengancam 11 unit rumah warga.

Longsor terjadi di RT 12 Desa Naob, tepat pada lokasi yang sebelumnya juga mengalami kejadian serupa pada tahun 2025. Material tanah yang terus bergerak membuat kondisi jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah TTU (BPBD) TTU, Velismino Askeli, S.Sos, kepada media di lokasi kejadian, Senin (23/2/2026), mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk segera melakukan peningkatan jalan alternatif.

“Kondisi jalan menuju Kecamatan Noemuti Timur memang putus total. Sedangkan jalan alternatif yang ada sangat berlumpur dan sulit dilintasi kendaraan sehingga perlu dilakukan peningkatan,” ujar Askeli.

Berdasarkan data sementara BPBD TTU, sebanyak 11 unit rumah milik warga Desa Naob terancam dan perlu direlokasi. Pergerakan tanah masih terus terjadi karena di bawah permukaan lokasi longsor terdapat aliran air yang menyebabkan struktur tanah labil.

“Lokasi tanah ini terus bergeser sebab di bawah permukaan tanah ternyata banyak air. Untuk itu 11 rumah yang terancam perlu direlokasi demi keselamatan warga,” jelasnya.

Selain di RT 12, longsor juga dilaporkan terjadi di RT 09 Desa Naob dan semakin mendekati permukiman warga. BPBD TTU mendorong percepatan peningkatan jalan serta pemasangan bronjong untuk menahan pergerakan tanah.

Langkah tersebut dinilai penting agar akses masyarakat, terutama menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Oemeu, tetap terjaga.

“Khusus longsor susulan pada lokasi yang sama seperti tahun 2025 lalu tercatat sepanjang 75 meter dan lebar 35 meter. Besok (Selasa) kami koordinasi dengan PUPR TTU supaya peningkatan jalan alternatif di Desa Naob makin lancar dan memudahkan berbagai akses masyarakat,” tambah Askeli.

Sementara itu, Camat Noemuti Timur, Hironimus Rusae, S.IP., M.A.P., mengatakan pihaknya bersama personel Polres TTU turut meningkatkan kondisi jalan alternatif yang sebelumnya telah dibuka Dinas PUPR TTU pada 2025.

“Tujuan peningkatan jalan tersebut supaya masyarakat dan pelayanan pemerintahan tetap berjalan normal. Selain itu masyarakat tetap bisa mengakses fasilitas publik, terutama fasilitas kesehatan saat terjadi kondisi darurat,” ujar Hironimus.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan guna mengantisipasi longsor susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah tersebut.

Penulis : Poldus Meomanu/Diskominfotik TTU
Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *