Bunda Literasi TTU Ajak Peserta Duta Baca Jadi Penggerak Budaya Membaca

KEFAMENANU, NEWS – Ketua Pokja Bunda Literasi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati mengajak peserta lomba Duta Baca tingkat sekolah dasar (SD) untuk menjadi penggerak budaya membaca di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Ny. Elisabeth usai kegiatan pemilihan Duta Baca tingkat SD Kabupaten TTU Tahun 2026 yang berlangsung di Kefamenanu, Rabu (7/10/2026).

“Untuk kegiatan hari ini tentang pemilihan Duta Baca. Jadi, kita memilih anak-anak yang bisa mengajak teman-temannya, tetangganya, saudaranya di mana pun berada supaya mereka selalu membaca,” katanya.

Menurut dia, peserta yang nantinya terpilih sebagai Duta Baca tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membaca, tetapi juga mampu mengajak dan memotivasi orang lain untuk gemar membaca.

Ia mengakui masih terdapat pemahaman yang berbeda dari sejumlah guru pendamping mengenai makna Duta Baca. Hal itu terlihat dari adanya peserta yang mengikuti lomba dengan membacakan cerita.

“Jadi saat lomba tadi ada kurang lebih enam anak yang membaca cerita. Pemahaman guru pendamping masih belum tahu makna Duta Baca itu untuk apa. Padahal, Duta Baca yang terpilih nanti akan mewakili TTU ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Meski demikian, Ny. Elisabeth memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang dinilainya berani tampil di hadapan dewan juri, menyampaikan alasan serta menjawab berbagai pertanyaan.

“Anak-anak tadi luar biasa. Semua peserta terlihat bagus. Mereka sudah berani tampil di depan, mengemukakan alasannya, kemudian bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dewan juri,” katanya.

Ia menegaskan seluruh peserta patut diapresiasi karena telah berani mengikuti kompetisi. Namun, seperti halnya perlombaan, akan ada peserta yang keluar sebagai pemenang.

Bagi peserta yang terpilih sebagai Duta Baca, kata dia, diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus memotivasi anak-anak lain di seluruh wilayah TTU untuk mencintai buku dan meningkatkan minat baca.

“Kami rencananya akan mengajak mereka sekali atau dua kali berkeliling untuk memotivasi teman-temannya saat kami melakukan kunjungan,” katanya.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, Ny. Elisabeth berharap mereka tetap semangat dan terus menjadi penggerak budaya membaca di sekolah masing-masing.

“Untuk yang kalah, harapannya tetap semangat supaya menjadi penggerak di sekolahnya untuk mengajak teman-temannya mencintai buku,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *