KEFAMENANUNEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU) mengajak pemerintah desa dan seluruh masyarakat di lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (Gentaskin) Batch II Tahun 2026 untuk mendukung dan menerima para mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar desa selama masa pengabdian mereka.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Bupati TTU yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten TTU, Drs. Thelymitro R. Kapitan, saat penerimaan 79 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik Gentaskin Batch II Tahun 2026 di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten TTU, Kamis (9/7/2026).
Bupati secara khusus mengajak para kepala desa dan masyarakat di Desa Salu, Fatunisuan, Oenak, Fatumuti, dan Nibaaf untuk membuka ruang kolaborasi dengan para mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di desa-desa tersebut.
“Saya mengajak para kepala desa dan seluruh masyarakat di Desa Salu, Fatunisuan, Oenak, Fatumuti, dan Nibaaf agar menerima para mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar desa selama masa pengabdiannya. Berikan ruang kepada mereka untuk belajar sekaligus berkarya,” demikian pesan Bupati TTU.
Menurut Bupati, sinergi yang baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa akan melahirkan berbagai program yang lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga merupakan momentum untuk membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, terutama di bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan yang inklusif.
Selain itu, Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah terkait agar memberikan dukungan dan pendampingan sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Dukungan lintas sektor dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan KKN Tematik Gentaskin berjalan dengan baik, aman, dan lancar.
Pemerintah Kabupaten TTU berharap pelaksanaan KKN Tematik Gentaskin Batch II Tahun 2026 dapat menjadi wadah pembelajaran dan pengabdian yang produktif, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang sehat, kuat, dan inklusif di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
