Call Center TTU Siaga 112 Jadi “Posko” Siaga Bencana, Hemat Anggaran di Tengah Situasi Darurat

KEFAMENANU NEWS,– Layanan Call Center TTU Siaga 112 kini berfungsi sebagai “posko” siaga bencana di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sekaligus membantu pemerintah daerah menghemat anggaran.

Kepala Pelaksana BPBD TTU, Nule Octo, menjelaskan bahwa memasuki awal 2026 sejumlah bencana alam seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda wilayah TTU. Informasi kebencanaan tidak hanya diperoleh melalui grup WhatsApp Desa/Lurah Siaga Bencana dan media sosial, tetapi mayoritas melalui Call Center 112.

Persentase laporan lebih banyak melalui Call Center 112. Ini sangat membantu kami,” ujar Nule saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).

Ia mengungkapkan, sebelum adanya Call Center 112, penanganan laporan bencana sering terkendala koordinasi. Kini, dengan sistem tersebut, tim terpadu langsung bergerak begitu laporan masuk.

Biasanya tiap kabupaten membentuk posko fisik siaga bencana, tapi di TTU tidak ada karena sudah ada posko Call Center 112,” jelasnya.

Menurut Nule, keberadaan layanan ini membuat Pemda TTU bisa menghemat anggaran karena tidak perlu membangun posko fisik dan kegiatan pendukung lainnya.

Waktu kunjungan Gubernur NTT, saya sampaikan bahwa kita tidak ada posko siaga bencana karena sudah ada Call Center 112, dan beliau menilai itu bagus,” katanya.

Sejak Januari 2026, lebih dari 10 laporan bencana dari masyarakat telah masuk melalui Call Center 112 dan semuanya telah ditindaklanjuti BPBD TTU.

Nule juga memaparkan data bencana tahun 2025 yang dilaporkan melalui layanan tersebut, yakni 14 kejadian angin puting beliung, 20 banjir, 20 longsor, dan 22 kebakaran.

Di wilayah dekat Kota Kefamenanu, tanggap darurat lebih banyak melalui Call Center. Sementara di daerah jauh biasanya melalui Call Center dan grup WhatsApp,” pungkasnya.

Penulis: Apson Benu/Kominfotik TTU
Editor : Eman Tulasi/Kominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *