Disperindag TTU Selenggarakan Bimtek Pewarnaan Alam untuk Benang Tenun 

KEFAMENANU NEWS,– Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Timor Tengah Utara (Disperindag TTU) menggelar bimbingan teknis (bimtek) pelatihan pencelupan benang secara alami di Desa Oenenu Utara, Kecamatan Bikomi Tengah. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari 24 hingga 26 November 2025.

Kegiatan ini melibatkan 27 orang penenun dari 9 kecamatan (mewakili 18 desa dan 1 kelurahan). Mereka dibimbing oleh instruktur ahli di bidang pewarnaan alami, dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pengrajin dalam teknik pewarnaan benang secara tradisional.

Suasana kegiatan Bimtek Pewarnaan Alam untuk Benang Tenun Secara Alami di Desa Oenenu Utara, Kecamatan Bikomi Tengah.

Menurut Sekretaris Camat Bikomi Tengah, Laurensius Foni, SP, pelatihan ini bertujuan mendongkrak kualitas produk tenun masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Plt. Kepala Disperindag TTU, Quido Kolo, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk : 

Melestarikan teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan dan khas daerah.

Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengrajin tenun ikat.

Membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan daya saing produk tenun baik di pasar lokal maupun nasional.

Suasana kegiatan Bimtek Pewarnaan Alam untuk Benang Tenun Secara Alami di Desa Oenenu Utara, Kecamatan Bikomi Tengah.

Quido berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk berinovasi dan berwirausaha. Ia menyampaikan apresiasi kepada ketua Komisi 2 DPRD TTU, Yasintus Usfal, anggota DPRD Hilarius Ato, serta semua pihak yang berkontribusi sehingga kegiatan bisa terlaksana.

Bagi masyarakat TTU, pelatihan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketrampilan teknis, tetapi juga membantu memajukan ekonomi rumah tangga pengrajin tenun sekaligus menguatkan identitas budaya lokal melalui kain tenun khas daerah.

Dengan bimtek ini, Disperindag TTU menegaskan komitmennya untuk membangun sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis budaya memberikan pelatihan teknis sekaligus membuka jalan bagi pengembangan tenun ikat TTU agar dapat bersaing lebih luas.

Penulis : Lius Salu
Editor : Kristo Ukat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *