KEFAMENANUNEWS, – Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menghadapi kondisi lahan kering sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi persiapan lahan Musim Tanam (MT) I serta demonstrasi cara pembuatan pupuk Bokashi, pupuk NPK cair dan Eco Enzyme yang dilaksanakan bersama kelompok tani di Desa Botof, Kecamatan Insana.
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Chairel Malelak, S.P., M.Si., didampingi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Insana dan PPL se-Kecamatan Biboki Selatan.
Kegiatan berlangsung bersama Kelompok Tani Penantang Tandus, Desa Botof, Kecamatan Insana, yang diketuai Kornelis Neka Faentaono dengan jumlah anggota sebanyak 40 orang.
Dalam kegiatan tersebut, para petani tidak hanya mendapatkan sosialisasi secara teori, tetapi juga diberikan demonstrasi secara langsung mengenai teknik persiapan lahan serta cara pembuatan pupuk berbahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Materi yang diberikan mencakup pembuatan pupuk Bokashi, NPK cair dan Eco Enzyme. Ketiga jenis olahan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani dalam mengelola kesuburan tanah dan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman secara lebih efisien.
Pembuatan pupuk Bokashi secara khusus diarahkan untuk mengolah limbah ternak seperti kotoran sapi dan babi menjadi pupuk organik yang lebih matang dan aman digunakan pada lahan pertanian.
Pemanfaatan Bokashi juga dinilai penting bagi wilayah dengan karakteristik lahan kering seperti TTU. Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan serta membuat tanah menjadi lebih gembur.
Selain itu, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk juga memberikan manfaat lain karena bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.
Dalam kegiatan tersebut, petani juga diperkenalkan dengan teknik pembuatan NPK cair. Pengolahan NPK dalam bentuk cair ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, terutama pada kondisi lahan yang minim air.
NPK cair dapat diaplikasikan melalui penyemprotan pada tanaman sehingga unsur hara dapat lebih cepat dimanfaatkan tanaman. Teknik ini juga diharapkan dapat membantu petani menghemat penggunaan pupuk dibandingkan dengan penggunaan pupuk secara konvensional.
Sementara itu, pembuatan Eco Enzyme diperkenalkan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperluas kemampuan petani dalam mengolah bahan-bahan lokal menjadi produk yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi Musim Tanam I. Para petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan lahan secara baik sebelum melakukan penanaman, terutama dengan memperhatikan kondisi tanah dan ketersediaan unsur hara.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pertanian TTU berharap petani semakin mampu memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.
Ketersediaan bahan baku seperti kotoran ternak dan bahan organik lainnya menjadi modal penting untuk mendorong kemandirian petani dalam menyediakan pupuk.
Dengan demikian, petani tidak sepenuhnya bergantung pada pupuk yang harus dibeli, tetapi dapat memproduksi sebagian kebutuhan pupuk secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Pendekatan tersebut juga menjadi penting dalam menghadapi tantangan pertanian di wilayah lahan kering. Penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus mendukung produktivitas pertanian.
Dinas Pertanian TTU melalui para penyuluh pertanian juga diharapkan terus memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok tani agar pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan demonstrasi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan di lahan masing-masing.
Bagi Kelompok Tani Penantang Tandus yang beranggotakan 40 orang, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun keterampilan petani dalam mengolah bahan lokal menjadi pupuk sekaligus mempersiapkan lahan secara lebih baik menghadapi MT I.
Pemanfaatan pupuk Bokashi, NPK cair dan Eco Enzyme pada akhirnya diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi biaya produksi, tetapi juga mendorong pertanian yang lebih mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan petani.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor : Frumentus Bana
