KEFAMENANU NEWS,- Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., memimpin kegiatan serah terima rumah bantuan Program Rumah Layak Huni – Terima Kunci Plus Sanitasi (RLH–TULUS) di Desa Kuanek, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten TTU, Kamis (5/3/2026).
Bupati TTU tiba di lokasi pukul 15.00 WITA. Disambut tutur adat serta pengalungan oleh Camat Bikomi Tengah dan masyarakat setempat. Turut mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU, Gregorius Ahoinnai, S.T., M.T.

Di tengah rintik hujan yang mengguyur, Bupati Falent tetap melangkah menuju rumah bantuan yang akan diserahkan. Hujan yang turun seakan menjadi berkat tersendiri dalam momen penuh haru itu.
Rumah Diberkati Romo Sebelum Diserahkan
Sebelum dilakukan pengguntingan pita dan peninjauan langsung, rumah bantuan program RLH–TULUS tersebut terlebih dahulu diberkati dan didoakan oleh Pastor Rekan Paroki Naesleu, Romo Jacky Bauk, Pr.

Doa pemberkatan itu menjadi simbol harapan agar rumah yang baru dibangun tersebut menjadi tempat yang penuh damai, sukacita, dan berkat bagi keluarga yang menempatinya.
Dibangun Tiga Bulan untuk Sebuah Harapan
Dalam sambutannya, Bupati Falent menjelaskan, bahwa rumah bantuan RLH–TULUS di Desa Kuanek tersebut dibangun selama tiga bulan hingga akhirnya dapat diserahkan kepada keluarga Petrus Nahak Nino.

“Dengan diberkatinya rumah ini oleh Romo, semoga membawa berkat yang berkelimpahan dan menjadi kebahagiaan bagi keluarga yang menempati bersama anak-anak di dalamnya. Kami semua mendoakan agar bantuan rumah plus sanitasi ini dapat meringankan beban keluarga dan menambah kebahagiaan. Jangan lupa terus berdoa, karena dari doa dan kerendahan hati kepada Tuhan kita sampai pada hari ini,” ujar Bupati TTU.
Apresiasi Kualitas Pembangunan
Bupati TTU juga mengaku senang ketika melihat langsung hasil pengerjaan rumah program RLH–TULUS yang dinilainya rapi dan kokoh.“Pengerjaannya bagus sekali. Saya lihat rumah ini temboknya lurus, tidak ada yang bergelombang,” ungkapnya disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Camat Bikomi Tengah, Kepala Desa Kuanek, serta masyarakat yang telah mengawasi dan mendukung proses pembangunan rumah hingga selesai tepat waktu dan dapat diserahkan secara resmi kepada pemiliknya, Petrus Nahak Nino dan keluarga.
Dari Rumah Rapuh yang Nyaris Roboh
Tiga bulan sebelumnya, saat melakukan peninjauan dan peletakan batu pertama program RLH–TULUS, kondisi rumah Petrus Nahak Nino masih sangat memprihatinkan.

Rumah kecil berukuran 4×5 meter itu berdinding pelepah bambu yang disangga kayu-kayu tua. Sebagian kayu bahkan telah dimakan rayap sehingga berdiri rapuh. Atap seng yang menutupinya tampak keropos dimakan usia, sementara lantainya masih berupa tanah.
Beberapa bagian rumah bahkan harus ditambal dengan seng bekas berkarat agar tetap bisa melindungi keluarga tersebut dari panas dan hujan.
Salah satu sisi rumah terlihat miring ke arah matahari terbit, seakan menyimpan kisah panjang tentang perjuangan hidup keluarga Petrus yang terus bertahan melewati cuaca dan waktu.

Di dalam rumah sederhana itu, Bupati TTU pernah melihat langsung kehidupan keluarga Petrus bersama istrinya, Rasina BR Harianja (41), serta ketiga anak mereka.
“Eee… kasian,” ucap Bupati Falent lirih saat melihat kondisi bagian dalam rumah tersebut, Rabu (26/11/2025) lalu.
Di dalam rumah itu hanya terlihat satu tempat tidur dengan kelambu putih lusuh di tengah perlengkapan rumah tangga yang ditata seadanya.“Ai, hi atoni fauk esam tu’pam nbi hala nae?” (Berapa orang tidur di sini?), tanya Bupati dalam bahasa Dawan Uab Meto.
“Ha’… (empat orang,red),” jawab Petrus dan istrinya.
Rumah Baru, Harapan Baru
Kini rumah baru yang lebih kokoh dan indah, Rumah program RLH-TULUS telah berdiri menggantikan rumah lama yang hampir roboh itu.
Tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi keluarga Petrus Nahak Nino.
Bupati TTU menegaskan bahwa program RLH–TULUS memang belum dapat menjangkau semua masyarakat karena keterbatasan anggaran. Namun pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat kecil yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Kita akan terus berproses. Apabila ada yang kita temukan membutuhkan, maka akan kita proses untuk pembangunan,” tegasnya.

Pemerintah Terus Hadir untuk Masyarakat
Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kata Bupati TTU, Pemerintah Kabupaten TTU akan terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Mulai dari bantuan bagi masyarakat kecil, dukungan kepada gereja, hingga pembangunan infrastruktur dari desa hingga kota demi perubahan nyata bagi Kabupaten TTU ke depan.
Bupati juga memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat agar roda pemerintahan terus berjalan dengan baik demi kemajuan daerah.Rasa Syukur dari Keluarga Penerima
Sementara itu, Petrus Nahak Nino mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas bantuan rumah program RLH–TULUS yang diterima keluarganya.Baginya, rumah baru tersebut bukan sekadar bangunan, tetapi juga harapan baru bagi masa depan keluarganya.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati TTU dan pemerintah daerah yang sudah membantu kami memiliki rumah yang layak untuk ditempati bersama keluarga,” ungkapnya penuh haru.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
