Dinas Perpustakaan TTU Gelar Technical Meeting Lomba Video Konten Literasi

KEFAMENANU, NEWS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menggelar pertemuan teknis (technical meeting) lomba video konten literasi tingkat kabupaten untuk mendorong generasi muda bijak menggunakan media sosial.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU, Robertus Nahas, mengatakan hal itu saat membuka pertemuan teknis lomba tersebut di Kefamenanu, Senin (12/10/2026).

Robertus mengatakan, lomba video konten literasi menjadi salah satu upaya mengembangkan potensi dan kreativitas generasi muda sekaligus mendorong mereka lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Konten video literasi ini merupakan pengembangan potensi pribadi, sekaligus mengajak generasi muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Ia mengingatkan peserta agar menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kepada publik sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan orang lain.

“Paling tidak, informasi itu tidak boleh mencederai perasaan ataupun privasi orang,” tegasnya.

Robertus juga mendorong peserta mengutamakan kreativitas dan kemampuan pribadi dalam menghasilkan karya. Menurut dia, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan sebagai sarana menambah wawasan dan mendukung proses pembuatan video, tanpa menghilangkan keaslian karya.

“Belajar dari aplikasi AI untuk menambah wawasan pembuatan video, tetapi tidak menghilangkan keaslian video yang dibuat secara pribadi,” ujarnya.

Dalam pertemuan teknis tersebut, dewan juri menjelaskan kriteria penilaian video konten serta sejumlah ketentuan teknis yang harus diperhatikan peserta sebelum mengirimkan karya untuk dinilai.

Peserta diberikan waktu sekitar satu minggu hingga 10 hari untuk menyiapkan video konten. Setelah itu, karya diserahkan kepada dewan juri untuk dipelajari dan dinilai.

Lomba tersebut menyasar 50 peserta berusia 17 hingga 35 tahun. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU menyediakan delapan tema yang dapat dipilih peserta sesuai dengan minat dan kreativitas masing-masing.

Delapan tema tersebut meliputi cerdas memilah informasi, bijak menggunakan media sosial, literasi digital dan kecerdasan buatan, media sosial untuk belajar, melawan hoaks dan disinformasi, cerdas bermedia dan cerdas finansial, berkarya positif di media digital, serta literasi media dari TTU.

Robertus berharap para peserta dapat menjadi pelopor dan penggerak bagi generasi muda dalam membangun kebiasaan bermedia sosial yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.

Ia juga mengimbau generasi muda agar tidak sekadar menyebarluaskan konten milik orang lain tanpa melakukan penyaringan informasi terlebih dahulu, serta menghindari konten yang mengandung provokasi.

“Lanjutkan saja apa yang bernilai positif untuk kebaikan masyarakat. Yang bersifat mengarah ke provokasi sebaiknya jangan,” katanya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *