KEFAMENANU NEWS,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan retribusi persampahan di wilayah Kota Kefamenanu.
Kepala DLH TTU, Yanuarius Salem, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026), mengatakan bahwa saat ini sumber retribusi di DLH masih difokuskan pada retribusi persampahan.
“Mengenai retribusi yang ada di Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara ini baru retribusi persampahan,” ujarnya.
Retribusi tersebut dipungut dari rumah tangga, pertokoan dan warung, dengan tarif mulai dari Rp25 ribu, Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per bulan, khusus untuk wilayah Kecamatan Kota Kefamenanu.
Saat ini, kata Yanuarius, DLH TTU baru melayani sekitar 300 lebih pelanggan. Dengan jumlah tersebut, kontribusi terhadap PAD dinilai belum signifikan dan masih terbatas di dalam kota.
“Kita baru melayani sekitar 300 lebih pelanggan. Sehingga untuk menghasilkan PAD juga belum terlalu signifikan. Untuk sementara masih dalam kota. Memang dari kementerian mengharapkan sampai ke PLBN, namun prasarana penunjang masih sangat kurang,” jelas Yanuarius.
Lebih jauh Yanuarius menjelaskan, target PAD DLH TTU tahun 2026 dari sektor tersebut sebesar Rp125 juta. Menurutnya, jika didukung dengan tambahan sarana seperti pengadaan 1.000 unit tong sampah, maka jumlah pelanggan bisa meningkat signifikan.“Kalau seribu pelanggan kita kalikan satu bulan Rp25 ribu saja berarti tiap bulan Rp25 juta, dikalikan 12 bulan maka sudah bisa lebih dari target,” ungkapnya.
DLH TTU juga tengah melakukan pendekatan dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjadi target layanan pengelolaan sampah.Yanuarius berharap masyarakat lebih proaktif membayar retribusi apabila sampah telah diangkut oleh petugas kebersihan serta meningkatkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
