KEFAMENANU NEWS,– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan, khususnya melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Imigrasi Atambua yang membawahi kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Kabupaten TTU, Senin (10/8/2026).
Koordinasi tersebut melibatkan Staf Khusus Bupati TTU Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM, Fahmi H. Abdullahi, bersama Asisten II Setda TTU Bidang Ekonomi, Wem Meko, dan Kabag Ekonomi Setda TTU, Ferdy Afenpah.
Imigrasi Dukung Pemberdayaan UMKM
Staf Khusus Bupati TTU, Fahmi H. Abdullahi, mengatakan pertemuan tersebut membahas aturan dan mekanisme pelintas batas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan perdagangan masyarakat di kawasan PLBN Napan.
Menurut Fahmi, pihak Imigrasi Atambua memberikan dukungan terhadap upaya Pemkab TTU dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM di kawasan perbatasan.
“Alhamdulillah, mereka mendukung niat baik kita terkait pemberdayaan ekonomi UMKM di tapal batas dan segera berkoordinasi ke pusat agar bisa memfasilitasi kemudahan perdagangan di tapal batas,” ujar Fahmi.
Ia menjelaskan, koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat diperlukan untuk mencari ruang dan mekanisme yang memungkinkan masyarakat memperoleh kemudahan dalam melakukan aktivitas perdagangan di kawasan perbatasan, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Pemkab TTU, lanjut Fahmi, tidak menginginkan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan berjalan tanpa memperhatikan regulasi.
Sebaliknya, pemerintah daerah berupaya mencari solusi agar kepentingan masyarakat dapat berjalan seimbang dengan ketentuan yang berlaku.
PLBN Napan Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi
Fahmi menilai keberadaan PLBN Napan memiliki potensi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
Menurutnya, PLBN tidak hanya memiliki fungsi sebagai pintu keluar-masuk orang dan barang, tetapi juga dapat menjadi ruang strategis untuk mendorong berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Karena itu, Pemkab TTU akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Imigrasi serta instansi terkait lainnya guna mendorong terciptanya mekanisme perdagangan yang dapat memberikan ruang lebih luas bagi UMKM lokal untuk berkembang.“Semoga ikhtiar ini berjalan sukses, lancar dan berhasil,” katanya.
Koordinasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka peluang lebih luas bagi produk-produk UMKM TTU agar dapat dipasarkan di kawasan perbatasan, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar PLBN Napan.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
