Kerja Sama Pengembangan Tambak Garam di Biboki Moenleu Resmi Ditandatangani

KEFAMENANU NEWS,- Perjanjian kerja sama pengembangan tambak garam antara PT Blue Ocean Salt Lay Roi dan pemilik lahan tambak garam di Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi ditandatangani, Kamis (13/8/2026).

Perjanjian tersebut ditandatangani Direktur PT Blue Ocean Salt, Lay Roi selaku pihak pertama, dan pemilik lahan tambak garam, Fredik Taolin, S.Sos, selaku pihak kedua.

Penandatanganan disaksikan Apolonius S. Usfal, S.Pi dan Fridolin Aldionsa Taolin.Kegiatan ini dihadiri Staf Khusus Bupati TTU Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Elias Koa, Kepala Dinas Kominfotik TTU, Plt. Kepala Dinas Perikanan, Plt Kepala Dinas Perindag TTU, Direktur PT Blue Ocean Salt Lay Roi, Camat Biboki Moenleu, Kepala BPN TTU, perwakilan Koramil 1618-06 Biboki Anleu, para kepala desa se-Kecamatan Biboki Moenleu, pemilik tambak garam, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Staf Khusus Bupati TTU Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Elias Koa, mengapresiasi terlaksananya penandatanganan PKS antara PT Blue Ocean Salt dan warga pemilik lahan.

Elias mengatakan, PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten TTU dan PT Blue Ocean Salt. PolitikIa menjelaskan, proses menuju realisasi investasi tersebut berlangsung melalui sejumlah tahapan dan komunikasi sejak pertemuan awal dengan pihak perusahaan di Kupang pada Februari 2026.

“Setelah pertemuan saya dengan teman-teman dari PT Blue Ocean Salt di Kupang bulan Februari, kemudian tanggal 11 Maret itu Pak Budi yang merupakan orang nomor dua di perusahaan datang menemui Pak Bupati dan puji Tuhan dari Maret sampai Agustus kita akhirnya melewati beberapa tahapan untuk terlaksananya pembangunan tambak garam di wilayah Pantura ini,” ujar Elias.

Elias menambahkan, investasi PT Blue Ocean Salt di wilayah Pantura TTU tidak hanya berfokus pada pengembangan tambak garam.Perusahaan tersebut juga akan mengembangkan jaringan listrik, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), rumput laut hingga penyulingan air laut menjadi air tawar.

Ia meyakini, berbagai usaha produktif tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Pantura TTU sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Elias berharap investasi tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk mengubah wajah wilayah Pantura TTU yang selama ini identik dengan daerah kering menjadi kawasan yang lebih produktif dan sejahtera. “Sehingga ke depan Pantura yang identik dengan daerah kering bisa berubah menjadi daerah yang makmur,” pungkasnya.

Penulis : Manto Manu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *