Wabup TTU: Perbatasan Bukan Sekadar Garis Batas, tetapi Beranda Negara

KEFAMENANUNEWS, – Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, S.H., menegaskan bahwa kawasan perbatasan negara bukan sekadar persoalan garis batas pada peta, tetapi merupakan ruang hidup masyarakat sekaligus beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kamillus saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Perbatasan yang berlangsung di Aula Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten TTU, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki arti strategis karena menjadi wilayah yang secara langsung mencerminkan wajah Indonesia di hadapan negara tetangga.

“Perbatasan negara bukan semata-mata persoalan garis batas pada peta, tetapi merupakan ruang hidup masyarakat, beranda depan negara, sekaligus wajah Indonesia yang berhadapan langsung dengan kawasan negara tetangga,” ujar Kamillus.

Karena itu, ia menilai pembangunan kawasan perbatasan harus ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional dan daerah.

Pembangunan tersebut, lanjutnya, harus mampu menghadirkan negara secara nyata melalui pelayanan publik yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, konektivitas wilayah yang semakin baik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kamillus mengakui bahwa kawasan perbatasan di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menghadapi berbagai keterbatasan. Infrastruktur dasar belum sepenuhnya memadai, aksesibilitas antarwilayah masih menjadi tantangan, pelayanan publik perlu diperkuat, sementara berbagai potensi ekonomi masyarakat belum berkembang secara optimal.

Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian dan kerja bersama dari berbagai pihak.

“Diperlukan kolaborasi lintas sektor, lintas pemerintahan dan lintas wilayah,” katanya.

Ia berharap FGD Pengelolaan Perbatasan dapat menjadi ruang untuk menyatukan perspektif dan menghasilkan langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan kawasan perbatasan.

Kamillus juga menegaskan bahwa pembangunan perbatasan pada akhirnya bukan hanya tentang pembangunan fisik di wilayah ujung negara.

Lebih dari itu, pembangunan perbatasan merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan, membuka akses pelayanan dan peluang ekonomi serta memastikan masyarakat di wilayah perbatasan memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup sejahtera.

“Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan kawasan perbatasan akan menjadi salah satu indikator nyata hadirnya negara dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Poldus Meomanu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *